Selasa, 26 Januari 2010
ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN ITEMAN by adolfr@blogspot.com
Ada beberapa program computer yang sudah dikenal untuk menganalisis soal diantaranya :
1. Excel
2. Iteman
3. SPSS
4. Rascal
5. Ascal
6. Bilog
7. Facet
8. Bigstep
9. Quest
Diantara analisis tersebut yang paling sering digunakan adalah Excel, Iteman, dan SPSS.
Menurut pengamatan saya dilapangan analisis yang lain jarang digunakan di Indonesia, karena programnya sulit dicari, bahkan program Iteman juga jarang dijual di penjualan CD program yang ada di pasaran.. Saya sering mencari program Iteman di penjual CD program (Jakarta), tetapi penjual CD bahkan tidak mengenal program Iteman, program ini popular dikalangan Akademisi, tetapi kurang laris dipasaran sehingga jarang dijual. Bandingkan dengan program SPSS yang banjir dipasaran, dan saat ini program SPSS sudah dirilis sampai versi 17. Dan ingat, jangan coba-coba membeli progam SPSS versi 17 (versi terbaru) jika computer anda tidak dijalankan dengan Window Vista. Karena versi ini tidak copartible dengan Window XP. Tapi jangan kecil hati karena versi dibawahnya yang kompertible dengan Window XP tidak terlalu berbeda dengan versi terbaru dan cara penggunaanya juga mirip.
Tapi kalau anda ingin gagah-gagahan menggunakan Program Window Vista sebaiknya jagan, bukan karena saya tidak rela anda menggunakan program itu. Beberapa teman saya teknisi mengatakan kepada saya,”Window Vista belum terlalu banyak connect ke program-program lain seperti Video, TOEFL, dll. Hal ini dimungkinkan Karena Window Vista baru beberapa tahun dirilis. Dan berita yang terbaru saya baca dari Microsoft sang pembuat program ternyata program Window Vista tidak familiar dengan program-program lain (kalau tidak mau dikatakan program gagal) dan sebentar lagi Microsoft akan merilis program terbaru untuk menggantikan program window Vista. Kelemahan yang lain Window Vista mengharuskan RAM computer anda minimal 1 GB.
Kita jadi ngelantur tapi ini ada hubungannya sebab pada artikel berikut saya akan mengenalkan penggunaan SPSS. Kenapa SPSS? apa hebatnya sehingga perlu dikenalkan.
Bagi para akademisi SPSS merupakan program multi guna untuk membuat riset penelitian. Sebut saja pengalaman saya ketika berkunjung ke salah satu toko buku yang terkenal. Saya bertemu dengan seorang mahasiswa kedokteran yang hendak menulis thesis. Kelihatannya dia bingung mencari buku SPSS yang baru dia pelajari dikampusnya, kemudian saya coba menanyakan apa yang dia cari, lalu dia minta saran kepada saya buku yang mana yang sebaiknya dibeli, lalu saya beri referensi kemudian dia menanyakan kepada saya computer dirumahnya tidak dapat mengoprasikan SPSS versi yang dibeli di kampusnya. Lalu saya tanya dia menggunakan program apa di komputernya ternyata program Window Vista, lalu saya sarankan agar ia mengganti SPSS yang dia beli dengan SPSS ver 17 atau mengganti program komputernya dengan Window XP.
Lain lagi pengalaman teman saya yang mengambil Magister Pendidikan. Dia baru beli notebook dengan RAM 1 GB dan sang penjual menginstal Window Vista yang original dan ketika ia hendak menginstal SPSS ver 12 ternyata programnya tidak running, lalu dia stress karena tugas Itemannya harus segera di serahkan, kemudian program TOEFL juga tidak dapat dibuka. Lalu saya sarankan dia membeli program SPSS 17 atau ganti menjadi Window XP.
Dari pengalaman diatas sengaja saya informasikan agar anda tidak stress bila program yang anda beli tidak dapat berjalan dengan baik.
Lalu kita kembali ke awa.l Excel cukup baik digunakan dalam menganalisis soal akan tetapi excel hanya sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan kalkulator, sebab pengoprasiannya juga masih manual dan daya analisisnya banyak menggunakan rumus-rumus logika, kemudian tidak semua analisis dapat ditampilkan. Kemudian SPSS, program ini sudah lama ditemukan di negeri asalnya sana, di Indonesia 10 tahun yang lalu saya masih menggunakan execel untuk menganalisa correlasi, regressi dan lain-lain. Tapi sekarang program SPSS sangat menolong sekali, kita tinggal masukkan data lalu klik hasilnya tinggal dibaca dan hanya perlu setengah jam dari mulai input data hingga keluar analisis data. Jadi sangat praktis. Jika dibandingkan ketika saya menganalisis dengan menggunakan excel beberapa tahun yang lalu.
SPSS cocok digunakan oleh guru-guru menganalisis data dengan perakitan soal essai tes dan untuk pilihan ganda sebaiknya menggunakan Iteman, dan pada artikel berikutnya saya akan membahas bagaimana menganalisis soal essai, jadi para pembaca harap bersabar, kali ini saya akan membahas cara merakit analisis Iteman sampai membuat analisis soal apakah Valid, Reliabilitas,dan cocok untuk disajikan dalam ulangan harian, ulangan mid atau ulangan semester, dll.
Agar tidak berpanjang lebar saya mulai saja dengan pengenalan Iteman.
Iteman dibuat oleh mahasiswa yang bernama David Weis diakhir tahun enampuluh, dan sudah digunakan untuk menganalisis soal ujian seleksi dengan cepat dan akurat.
Menurut pembuatnya untuk saat ini Iteman dapat menganalisis soal hingga 750 dan jumlah siswa yang dianalisis unlimited. Jadi menurut hemat saya sangat praktis digunakan oleh para guru yang selalu berkutat dengan evaluasi siswa berupa PG. disamping itu hasil evaluasi nantinya dapat dijadikan bank soal untuk digunakan pada periode berikutnya.
Disamping keunggulan tersebut ada juga kelemahan analisis dengan PG karena kategori soal yang mudah bagi anak-anak yang unggul belum tentu mudah bagi anak-anak yang sedang.
Hal hal yang perlu dilakukan guru sebelum menjalankankan program ini adalah :
1. Pastikan computer anda telah diinstal program notepad (saat ini semua progam windows sudah menyertakan program notepad.
2. Pastikan computer anda telah diinstal progam Iteman, bila belum belilah program Iteman yang berisikan dua file ITEMAN dan KEDIT.
3. Pastikan file anda satu folder dengan program.
Bila sudah memiliki file tersebut, kita akan lanjutkan cara pengoprasian computer.
1. Klik start dari menu computer anda.
2. Buka all Program.
3. Klik accessories.
4. Lalu klik Notepad
5. Maka akan muncul lembar dokumen notepad.
Lalu isi lembar dokumen.
Disini akan saya tampilkan contoh analisis dengan dengan menggunakan soal yang sudah saya uji coba di sekolah. Nama peserta tes sengaja saya ganti untuk menjaga privasi.dan lampiran soal serta analisis terdapat di lembar terakhir.
Ketik pada notepad
_30_O_N_ 20
CDBDBCDBCDABDBDBABCDBCABADCACB (kunci jawaban, boleh diganti 1,2,3,4)
44444444444444444444444444444444444444 (option/ pilihan jawaban ada 4 yaitu, a, b,c,d)
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY (soal yg dianalisis, bila ada yg tdk dianalisis tulis N)
ABANG CDBCBCDBCAABDCDCAABDAACBADCCNN
ADEK CDDCBDDBCABBDDDBACBDACCADCBCAB
BUNGA CDCBBCDBCBBDAABBABCDCABCBADADB
CINTA CDBCCCDACDABDBCDAACBBACAACCBDC
DEDEK CDDCBCDABAAACCDBABADBAADADCCBC
ENAK ACDCBADBCDABDBDADACDNABABDCDDC
FANTA ACBDBACNNAADBDNBNBCADCBDACBDAD
GAMA CDBDBCDBCDABDADBABADACABADCACB
GENTA BABCBCDABABCADDBACDDCAACDCCADC
HARUM CDBCDDDBABBBCBDAACADCACDBCCCBD
INDAH BDDCBCBBCCDAADDCACDDDCABCADCAB
JAKA BCADBCDCCCBACAACAACDBACBCDCABC
KIKI CDCBBCDBCDADBCDCDCBDDCCACABACB
LISA CDBDBCACADAAACADACADCACDACDDDB
MONARKI CDDCBDDBCAABDCDBAACDAACADDBDCB
MONA CBBCCBCACABNBBDCAACDBCCBCDCADC
NINE CDADBBDACDAADCDBACADBCAABDCCAD
OMEGA CDDCBBDACDAAACDCAADDAAABACCDCB
PAPA CDBCBCDCCBDADBDAADCBCCBAACCBCC
QUEQUE CABDBCDCCDACBADAACCDACCBADBCBA
ROMEO BDCCBABBCABADDABNCBDABBDABADBC
RIRI BABDBBDACADCDCDAABADACCBADCBAB
RORO BDBBCCDACBAACBDBACADBABBACBABB
SEVEN CDBBDCACCABDDCDBACADAAABADCCCN
SITU CDAABCCABBDCNADBBBCDADBACBDCAB
TARI CDBDBBDDCAADCCDBACADAAADADACCB
TRI CBCBBDAABDCBCBDACACDAABBBDCCAB
TENGO CDCCBDCACBBCABADDCABAACCBCDBCB
UMI BABBBCDBCDAADCDBADADAAAACDCCCB
VOLVO CDBBDABACDAADBDBACACBCDBDDCDBB
XAXA CDBCBCCANAAADBDBACCDBADDCDCNBC
YING YANG CADCBBDBAACBACDCAACDBAABBDCCAB
YOKO BABNDBDACACBCBDAABCDDDCBACBADC
ZSAZSAI CDBCBADCCDADBCDBABDDBCCBBCCCDA
ZIGZIG CDCABCBDCBABCBBANDBDCBCABADCCB
ZAKIA CABDBBDACAACDCDAABCNCCADACCACB
ZEPTA BADCBBDCAAADDBDBACBDADABACCACC
ZEPLIN CDCCBCCCCBBAACADDCABCAABNDBCNN
(ket:
baris 1 spasi, 30 jlh soal, O omit, N kode tdk dijwb, 20 jlh spasi dari nama siswa ke jwb)
baris 2(kunci jawaban, boleh diganti 1,2,3,4)
baris 3(option/ pilihan jawaban ada 4 yaitu, a, b,c,d)
baris 4 (soal yg dianalisis, bila ada yg tdk dianalisis tulis N)
baris 5 (jwb siswa dapat ditulis dengan anka atau huruf)
Langkah selanjutnya
Simpan file notepad
misalnya Ujian
Save
Anda sudah sukses melakukan penyimpanan file di notepad.
Sekarang tiba saatnya mengoprasikan analisis Iteman
Perhatikan langkah-langkahnya jangan sapai terlewatkan.
1. Buka file ITEMAN
2. Maka muncul kalimat enter the name of the input file : ujian.txt
Tuliskan nama file yang telah disimpan tadi Ujian titik dengan extension txt
Catatan file Ujian harus satu folder dengan Iteman dan Kedit.
3. Enter the name of the output file : hslujian.txt
Tuliskan hslujian tanpa spasi dengan ext txt.
4. Do you want to scores written to a file? (Y/N) Y enter
pilih Y lalu enter.
5. Enter the name of the scores file : scrujian.txt enter
6. Tuliskan scrujian dengan extension txt lalu enter
7. Maka muncul **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE**
8. Tunggu beberapa menit maka anda akan memperoleh tambahan dua file yaitu hslujian dan scrujian.
Selamat mencoba.
Bila anda berhasil menampilkan langkah-langkah tersebut pasti anda sangat gembira, sama halnya dengan saya pada kali pertama mencoba ITEMAN, jika anda belum berhasil anda harus mengikuti langkah demi langka dengan hati-hati, karena teman saya yang belajar ketika itu butuh waktu 2 minggu untuk mengoprasikannya bahkan ada yang sebulan. Ok itu tips dari saya.
Sekarang hasil dari analisis soal akan saya tampilkan.
Anda akan meperoleh dua tambahan dua file.
Berikut ini file yang pertama.
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 1
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
1 0-1 0.711 0.303 0.228 a 0.053 -0.399 -0.192
b 0.237 -0.197 -0.143
c 0.711 0.303 0.228 *
d 0.000 -9.000 -9.000
Other 0.000 -9.000 -9.000
2 0-2 0.658 0.049 0.038 A 0.211 0.198 0.140 ?
B 0.053 -0.200 -0.096
CHECK THE KEY C 0.079 -0.364 -0.199
D was specified, A works bett D 0.658 0.049 0.038 *
Other 0.000 -9.000 -9.000
3 0-3 0.526 0.467 0.372 A 0.079 -0.121 -0.066
B 0.526 0.467 0.372 *
C 0.184 -0.711 -0.488
D 0.211 0.074 0.053
Other 0.000 -9.000 -9.000
4 0-4 0.237 0.405 0.294 A 0.053 -0.532 -0.256
B 0.184 0.174 0.120
C 0.500 -0.260 -0.207
D 0.237 0.405 0.294 *
Other 0.026 -0.176 -0.067
5 0-5 0.816 -0.040 -0.028 A 0.000 -9.000 -9.000
B 0.816 -0.040 -0.028 *
CHECK THE KEY C 0.079 0.121 0.066 ?
B was specified, C works better D 0.105 -0.039 -0.023
Other 0.000 -9.000 -9.000
6 0-6 0.500 0.116 0.093 A 0.132 -0.251 -0.159
B 0.237 0.289 0.210 ?
CHECK THE KEY C 0.500 0.116 0.093 *
C was specified, B works better D 0.132 -0.385 -0.243
Other 0.000 -9.000 -9.000
7 0-7 0.658 0.710 0.550 A 0.079 -0.170 -0.093
B 0.105 -0.392 -0.233
C 0.158 -0.681 -0.451
D 0.658 0.710 0.550 *
Other 0.000 -9.000 -9.000
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 2
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
8 0-8 0.316 0.181 0.138 A 0.395 -0.009 -0.007
B 0.316 0.181 0.138 *
C 0.211 -0.050 -0.035
D 0.053 -0.067 -0.032
Other 0.026 -0.644 -0.245
9 0-9 0.737 0.394 0.292 A 0.105 -0.196 -0.116
B 0.105 -0.353 -0.210
C 0.737 0.394 0.292 *
D 0.000 -9.000 -9.000
Other 0.053 -0.266 -0.128
10 0-10 0.316 0.502 0.384 A 0.421 0.037 0.029
B 0.211 -0.569 -0.403
C 0.053 -0.266 -0.128
D 0.316 0.502 0.384 *
Other 0.000 -9.000 -9.000
11 0-11 0.553 0.659 0.524 A 0.553 0.659 0.524 *
B 0.263 -0.635 -0.471
C 0.079 -0.170 -0.093
D 0.105 -0.157 -0.093
Other 0.000 -9.000 -9.000
12 0-12 0.289 0.178 0.134 A 0.342 -0.049 -0.038
B 0.289 0.178 0.134 *
C 0.158 -0.207 -0.137
D 0.184 0.040 0.028
Other 0.026 -0.059 -0.022
13 0-13 0.421 0.603 0.478 A 0.211 -0.520 -0.368
B 0.132 -0.017 -0.011
C 0.211 -0.173 -0.123
D 0.421 0.603 0.478 *
Other 0.026 -0.527 -0.201
14 0-14 0.342 -0.204 -0.158 A 0.132 0.285 0.180
B 0.342 -0.204 -0.158 *
CHECK THE KEY C 0.395 0.380 0.300 ?
B was specified, C works better D 0.132 -0.620 -0.391
Other 0.000 -9.000 -9.000
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 3
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
15 0-15 0.763 0.752 0.546 A 0.132 -0.821 -0.518
B 0.053 -0.266 -0.128
C 0.026 0.176 0.067
D 0.763 0.752 0.546 *
Other 0.026 -0.644 -0.245
16 0-16 0.474 0.269 0.215 A 0.237 -0.035 -0.025
B 0.474 0.269 0.215 *
C 0.184 0.040 0.028
D 0.105 -0.588 -0.349
Other 0.000 -9.000 -9.000
17 0-17 0.763 0.845 0.613 A 0.763 0.845 0.613 *
B 0.026 -0.527 -0.201
C 0.026 -0.293 -0.112
D 0.105 -0.549 -0.326
Other 0.079 -0.752 -0.411
18 0-18 0.237 0.243 0.176 A 0.237 0.104 0.076
B 0.237 0.243 0.176 *
C 0.447 -0.298 -0.237
D 0.079 0.073 0.040
Other 0.000 -9.000 -9.000
19 0-19 0.395 -0.046 -0.037 A 0.342 0.204 0.158 ?
B 0.158 -0.178 -0.118
CHECK THE KEY C 0.395 -0.046 -0.037 *
C was specified, A works better D 0.105 -0.078 -0.047
Other 0.000 -9.000 -9.000
20 0-20 0.816 0.255 0.175 A 0.026 -0.644 -0.245
B 0.105 -0.431 -0.256
C 0.026 0.293 0.112
D 0.816 0.255 0.175 *
Other 0.026 0.527 0.201
21 0-21 0.263 0.285 0.211 A 0.395 0.195 0.153
B 0.263 0.285 0.211 *
C 0.211 -0.347 -0.245
D 0.105 -0.353 -0.210
Other 0.026 -0.059 -0.022
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 4
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
22 0-22 0.342 0.438 0.339 A 0.526 -0.126 -0.100
B 0.053 -0.665 -0.320
C 0.342 0.438 0.339 *
D 0.079 -0.267 -0.146
Other 0.000 -9.000 -9.000
23 0-23 0.342 0.379 0.294 A 0.342 0.379 0.294 *
B 0.211 -0.421 -0.298
C 0.395 -0.121 -0.095
D 0.053 0.266 0.128
Other 0.000 -9.000 -9.000
24 0-24 0.447 0.280 0.223 A 0.263 0.088 0.065
B 0.447 0.280 0.223 *
C 0.079 -0.558 -0.305
D 0.211 -0.198 -0.140
Other 0.000 -9.000 -9.000
25 0-25 0.447 0.370 0.295 A 0.447 0.370 0.295 *
B 0.237 -0.266 -0.193
C 0.184 -0.094 -0.065
D 0.105 0.039 0.023
Other 0.026 -0.761 -0.290
26 0-26 0.474 0.503 0.401 A 0.105 -0.235 -0.140
B 0.053 -0.732 -0.352
C 0.368 -0.208 -0.163
D 0.474 0.503 0.401 *
Other 0.000 -9.000 -9.000
27 0-27 0.579 0.585 0.463 A 0.053 -0.266 -0.128
B 0.211 -0.173 -0.123
C 0.579 0.585 0.463 *
D 0.158 -0.622 -0.411
Other 0.000 -9.000 -9.000
28 0-28 0.263 0.263 0.195 A 0.263 0.263 0.195 *
B 0.105 -0.118 -0.070
C 0.421 -0.037 -0.029
D 0.184 -0.228 -0.157
Other 0.026 0.176 0.067
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 5
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
29 0-29 0.316 0.402 0.307 A 0.211 -0.248 -0.175
B 0.211 -0.050 -0.035
C 0.316 0.402 0.307 *
D 0.211 -0.124 -0.088
Other 0.053 -0.200 -0.096
30 0-30 0.500 0.170 0.136 A 0.053 0.333 0.160 ?
B 0.500 0.170 0.136 *
CHECK THE KEY C 0.289 -0.157 -0.118
B was specified, A works better D 0.079 -0.267 -0.146
Other 0.079 -0.073 -0.040
MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file FISIKAIX.TXT Page 6
There were 38 examinees in the data file.
Scale Statistics
----------------
Scale: 0
-------
N of Items 30
N of Examinees 38
Mean 14.500
Variance 13.566
Std. Dev. 3.683
Skew 0.457
Kurtosis 1.883
Minimum 7.000
Maximum 27.000
Median 15.000
Alpha 0.538
SEM 2.503
Mean P 0.483
Mean Item-Tot. 0.263
Mean Biserial 0.344
Langkah analisis dengan ITEMAN sudah selesai, sekarang kita akan mengintepretasikan hasil analisis.
Item Statistics Alternative Statistics
----------------------- -----------------------------------
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ------ ----- --------- ------ ------ ---
Sequence number adalah nomor soal
Sequence of item nomor soal dari total soal.
Prop correct adalah tingkat kesukaran soal.
Biserial daya pembeda biserial
Point biserial (rpbi) daya pembeda atau dikenal juga validitas soal.
Key kunci jawaban dengan tanda bintang.
? question mark (tanda tanya) adanya kesalahan kunci atau kesalahan validitas.
Sebelum kita menganalisis soal mari saya kenalkan apa itu masing-masing.
TINGKAT KESUKARAN
Tingkat kesukaran soal adalah kemampuan peserta ujian secara keseluruhan untuk menjawab butir soal dengan benar.
Cara menghitungnya
(siswa yang menjawab benar)/(jumlah peseta tes)
Kategori tingkat kesukaran soal
0,00 – 0,30 soal tergolong sulit artinya hanya 0 - 30% siswa yang menjawab benar.
0,31 – 0,70 soal tergolong sedang artinya 31% - 70% siswa yang menjawab benar.
0,71 – 1,00 soal tergolong sulit artinya 71% - 100% siswa yang menjawab benar.
DAYA PEMBEDA
Daya pembeda adalah kemampuan butir soal dapat membedakan antara warga belajar yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan warga belajar yang tidak menguasai materi yang ditanyakan.
Ada beberapa daya pembeda diantaranya r bi, rpbi z score dan lain-lain.
Dalam pembahasan ini kita hanya menggunakan dua korelasi biserial (r bi) dan korelasi point biserial (rp bi).
Dalam pembahasan kali ini saya tidak membahas cara menghitung masing-masing, tapi di artikel yang lain saya akan membahas cara menghitung secara manual. Disini saya akan membahas cara menggunakannya saja.
Karena r bi dan rpbi tidak terlalu jauh berbeda maka, kebanyakan para analis soal mengunakan rpbi. Berikut ini saya akan berikan kategori korelasi point biserial.
Skala yang digunakan adalah -1 sampai dengan +1. Sama halnya dengan korelasi Pearson yang memiliki skala yang sama.
< 0,20 soal ditolak atau dibuang
0,20 – 0,29 soal diperbaiki
0,30 – 0,39 soal diterima dan diperbaiki
0,40 – 1,00 soal tergolong baik dan boleh dimasukkan ke bank soal
ANALISIS
Berikut ini akan saya tampilkan hasil analisis soal baik soal yang diujikan maupun revisi soal.
Pelajaran yang saya ambil adalah Fisika untuk tryout kelas IX SMP.
Analisis soal pilihan ganda dari no 1 – 30 dengan menggunakan Iteman.
N of Items = 30, jumlah soal adalah 30
N or Examinees = 38, jumlah peserta ujian adalah 38 siswa
Mean = 14,500, jumlah rata-rata peserta ujian 14,5 dari 30 artinya dibawah nilai 50 dengan skala 100
Variance = 13,566, jumlah kuadrat dari standar deviasi
Standar Deviasi = 3,683, simpangan baku hasil ujian
Skew = 0,457, ukuran distribusi data apakah data normal atau tidak dengan cara dihitung rasio skewness dengan error of skewness dalam data ini tidak tercantum error of skewness dengan data lain dapat ditampilkan menggunakan analisis deskriptif apabila perbandingannya pada range -2 sampai 2 maka distribusi data normal.
Kurtosis = 1,883, kurtosis sama dengan Skewness, digunakan untuk mengukur distribusi data. Untuk mengetahui apakah data terdistribusi dengan normal atau tidak , maka dihitung rasio kurtosis dengan standard error of kurtosis (disini tidak tercantum datanya di analisis deskriptif dapat dicantumkan) bila rasio kurtosis diantara -2 sampai 2, maka distribusi data normal.
Minimum = 7, nilai minimum peserta ujian
Maksimum = 27, nilai maksimum peserta ujian
Median = 15, nilai tengah dari statistic
Alpha = 0,503, reliabilitas soal 50,3%, beberapa literature menyarankan alpha minimal diatas 70% dan baik jika 80% ke atas, jadi rekomendasi soal harus diperbaiki.
SEM (Standard Eror Minimum) = 2,503, Kesalahan Baku Minimal nilainya cukup besar itu sebabnya harus kecil kalau boleh dibawah 1
Mean P = 0,483, rata-rata tingkat kesukaran soal berkategori sedang karena diantara range 0,31-0,70
Mean Item total = 0,263
Mean Biserial = 0,344 korelasi Biserial daya pembeda masih kecil, sebaiknya diatas 0,40 – 1,00 itu sebabnya disarankan soal (butir jawaban) direvisi dan sudah dilakukan revisi tetapi belum diujikan.
Berikut ini dilampirkan soal yang diujikan dan soal yang direvisi.
Soal yang di ujikan
PENDALAMAN MATERI
TRY OUT FISIKA
MATERI KELAS VII DAN VIII
TGL 8 SEPTEMBER 2009
________________________________________________________________
Pilihan ganda
1.Sebuah truk mengangkut 100 karung beras atau 10 ton beras, tiba-tiba ditikungan jalan truk tersebut terguling. Dari pernyataan tersebut yang termasuk besaran fisika adalah….
a.100 karung c. massa
b.10 ton d. karung
2.Seorang siswa mengukur volume sepotong besi , diperoleh hasinya 50 cm3. Dari hasil pengukuran tersebut yang termasuk besaran turunan adalah ….
a.50 cm3 c. sepotong
b. besi d. volume
3.Ari disuruh guru untuk menghitung massa jenis batu, ternyata setelah dihitung massa jenis batu 5 g/cm3. Hitunglah massa jenis batu tersebut apabila dikonvesi kedalam Sistem Internasional!
a.500 kg/m 3 c. 50000 kg/m 3
b.5000 kg/m 3 d. 500000 kg/m 3
4.Pada musim dingin suhu di Kremlin -100 C. Berpakah suhu tersebut pada skala Fahrenheit….
a.-10 0 F c. 10 0 F
b.-2 0 F d. 14 0 F
5.Apa yang membedakan thermometer raksa dan thermometer alcohol bila digunakan di daerah kutub?
a.Raksa tidak menempel pada dinding kaca sementara alcohol menempel pada dinding kaca.
b.Jangkauan raksa -40 0 C sampai 350 0 C, sementara Jangkauan alcohol -112 0 C sampai dengan 78 0 C.
c.Raksa harganya mahal sementara alcohol harganya murah.
d.Raksa berwarna sementara alcohol tidak berwarna.
6.Bila pada kalibrasi thermometer Celsius titik tetap bawah pada 00 C adalah 10 mm dan titik tetap atas pada 1000 C adalah 50 mm. Hitunglah berapa panjang kolom pada suhu 500 C?
a.10 mm c. 30 mm
b.20 mm d. 40 mm
7.Alat ukur panjang yang paling tepat digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa adalah….
a.stik meter c. micrometer skrup
b.meteran gulung d. jangka sorong
8.Pada gambar berikut hitunglah panjang benda yang ditunjukkan oleh jangka sorong.
a.32,0 cm
b.32,3 cm
c.32,4 cm
d.33,0 cm
9.Dari gambar berikut hitunglah tebal plat besi yang ditunjukkan oleh micrometer skrup!
a.3,22 mm
b.3,25 mm
c.3,26 mm
d.3,27 mm
10.Naiknya air dari akar sampai ke dahan merupakan contoh….
a. gaya tekan zat cair c. gerak brown
b. gravitasi bumi d. kapilaritas
11.Serangga dapat hinggap di permukaaan air adalah akibat adanya gejala….
a. tegangan permukaan c. miniscus
b. kapilaritas d. adhesi
12.Apabila kohesi partikel-partikel zat cair lebih kecil daripada adhesi partikel zat cair dengan tempatnya, maka permukaan zat cair akan berbentuk….
a. cembung c. datar
b. cekung d. miring
13.Sebuah meteor jatuh dari langit, kemudian meteor itu ditimbang massanya 250 gram dan volumenya 40 cm 3. Hitunglah massa jenis meteor tersebut!
a.5000 kg / m 3
b.5500 kg / m 3
c.6025 kg / m 3
d.6250 kg / m 3
14.Perhatikan table!
Dari pernyataan tersebut benda yang sejenis adalah….
Benda Massa Volume
1 75 g 25 cm3
2 60 g 16 cm3
3 48 g 16 cm3
4 42 g 12 cm3
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
15.Perhatikan gambar!
Dari gambar tersebut urutkan massa jenis benda yang paling ringan sampai yang paling berat!
a.A, B, C dan D
b.B, C, D dan A
c.C, D, A, dan B
d.D, C, B dan A
16.Koefisien muai panjang logam A, B, C, dan D bertutut-turut adalah A< B < C < D. Jika keempat bimetal dipanaskan, maka arah membengkok bimetal berikut ini yang benar adalah…
a. c.
b. d.
17.Lihat gambar di berikut ini, sambungan rel kereta api selalu diberi celah dengan tujuan agar….
a. memberi tempat pemuaian
b. tempat mengalirnya air hujan
c. relnya lebih panjang
d. mudah dipasang dan dilepas
18.Apabila zat padat dipanaskan maka zat padat tersebut memuai. Ini karena…
a.molekul-molekul membesar akibat pemanasan
b.molekul-molekul bergetar lebih cepat sehingga lebih menjauh dari jarak semula
c.molekul-molekul terurai menjadi lebih banyak molekul
d.molekul-molekul zat padat bergerak bebas
19.Perubahan wujud zat yang melepaskan kalor pada diagram berikut adalah….
2
3 4
a. 1 dan 2 c. 3 dan 4
b. 2 dan 3 d. 1 dan 4
20. Besi panas dicelupkan ke dalam air dingin, ternyata suhu air meningkat. Pada peristiwa ini terjadi….
a. perbedaan massa jenis antara air dan besi
b. perbedaan kalor jenis air dengan kalor jenis besi
c. perambatan energi kalor dari air ke besi
d. perpindahan energi kalor dari besi ke air
21.Perpindahan kalor secara alamiah antara dua benda, bergantung pada….
a.suhu masing-masing benda
b.kandungan energi masing-masing benda
c.massa masing-masing benda
d.wujud benda
2.Perhatikan gambaran hasil tiker timer suatu percobaan berikut.
Hasil ketikan tersebut melukiskan...
a.gerak lurus berubah beraturan diperlambat
b.gerak lurus beraturan
c.gerak lurus berubah beraturan di percepat
d.gerak lurus tidak tentu
23.Ali mengenderai sepeda motor dengan kecepatan tetap selama 2 jam dan menempuh jarak 54 km. Kecepatan sepeda motor Ali adalah.…
a. 7,5 m/s c. 75 m/s
b. 7,75 m/s d. 30
24.Perhatikan gambar ketikan ticker timer suatu percobaan berikut!
Benda sesuai hasil ketikan tersebut ditunjukkan oleh....
a
c.
b.
d.
25.Dari gambar berikut resultan gaya yang dihasilkan adalah....
a.10 N ke kiri c. 60 N ke kiri
b.10 N ke kanan d. 60 N ke kanan
26.Seorang anak bermain ice skating di Mall Taman angrek. Anak tersebut bereksperimen dengan bermain diatas es dengan menggunakan tapak sepatu yang tajam dan tapak sepatu yang lebar. Kesimpulan diperoleh ternyata kelajuan anak tersebut lebih cepat dengan memakai sepatu tajam daripada sepatu dengan tapak yang lebar. Hal ini disebabkan....
a.tidak ada pengaruh gaya gesekan terhadap kelajuan
b.kedua sepatu memiliki gaya gesekan nol
c.gaya gesekan sepatu tajam lebih besar dari pada sepatu lebar
d.gaya gesekan sepatu tajam lebih kecil dari sepatu lebar
27.Sebuah roket diluncurkan dengan gaya mendatar sebesar 135.000N. Bila gaya gesekan dengan udara diabaikan. Hitunglah berapa percepatan roket tersebut bila massa roket 1,5 ton.
a.30 m/s2 c. 90 m/s2
b.60 m/s2 d. 120 m/s2
28.Pada tahun 2008 harga minyak mengalami kenaikan tertinggi sepanjang sejarah mencapai harga $ 145 per barel. Pemerintah kesulitan mengatasi harga minyak tersebut. Pada tahun itu juga pemerintah mencanangkan alternatif penggunaan minyak bumi dengan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik PLN. Bila kita menggunakan lampu pijar di rumah maka konversi energi yang terjadi adalah....
a.energi kimia - energi listrik – energi cahaya – energi panas
b.energi panas – energi kimia – energi listrik – energi cahaya
c.energi kimia – energi panas – energi listrik – energi cahaya
d.energi panas – energi listrik – energi kimia – energi cahaya
29.Sebuah troly berada pada lantai 46 sebuah gedung yang tingginya 150 meter. Hitunglah energi potensial troly tersebut bila massa troly berikut penumpangnya 600 kg? (g = 10 m/s2).
a.9.000 N c. 900.000 N
b.90.000 N d. 9.000.000 N
30.Seorang sniper (penembak jitu) menembak sebuah sasaran dengan senapan. Peluru tersebut meluncur dari laras senapan dengan kecepatan 12 m/s. Hitunglah energi kinetik yang dihasilkan bila massa peluru 40 gram?
a.1,44 Joule c. 4,32 Joule
b.2,88 Joule d. 5,76 Joule
Hasil revisi soal setelah dianalisis
PENDALAMAN MATERI
TRY OUT FISIKA
MATERI KELAS VII DAN VIII
TGL 8 SEPTEMBER 2009
________________________________________________________________
Pilihan ganda
31.Sebuah truk mengangkut 100 karung beras atau 10 ton beras, tiba-tiba ditikungan jalan truk tersebut terguling. Dari pernyataan tersebut yang termasuk besaran fisika adalah….
a. 100 karung c. massa *
b. 10 ton d. karung diperbaiki
32.Seorang siswa mengukur volume sepotong besi , diperoleh hasilnya 50 cm3. Dari hasil pengukuran tersebut yang termasuk besaran turunan adalah ….
a.50 cm3 diperbaiki c. sepotong
b. besi d. volume *
33.Ari disuruh guru untuk menghitung massa jenis batu, ternyata setelah dihitung massa jenis batu 5 g/cm3. Hitunglah massa jenis batu tersebut apabila dikonvesi kedalam Sistem Internasional!
a.500 kg/m 3 c. 50000 kg/m 3
b.5000 kg/m 3 * d. 500000 kg/m 3 diperbaiki
34.Pada musim dingin suhu di Kremlin -100 C. Berapakah suhu tersebut pada skala Fahrenheit….
a.-10 0 F c. 10 0 F
b.-2 0 F d. 14 0 F *
35.Apa yang membedakan thermometer raksa dan thermometer alcohol bila digunakan di daerah kutub?
a.Raksa tidak menempel pada dinding kaca sementara alcohol menempel pada dinding kaca.
b.Jangkauan raksa -40 0 C sampai 350 0 C, sementara Jangkauan alcohol -112 0 C sampai dengan 78 0 C. *
c.Raksa harganya mahal sementara alcohol harganya murah. diperbaiki
d.Raksa berwarna sementara alcohol tidak berwarna.
36.Bila pada kalibrasi thermometer Celsius titik tetap bawah pada 00 C adalah 10 mm dan titik tetap atas pada 1000 C adalah 50 mm. Hitunglah berapa panjang kolom pada suhu 500 C?
a.10 mm c. 30 mm *
b.20 mm diperbaiki d. 40 mm
37.Alat ukur panjang yang paling tepat digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa adalah….
a.stik meter c. micrometer skrup
b.meteran gulung d. jangka sorong *
38.Pada gambar berikut hitunglah panjang benda yang ditunjukkan oleh jangka sorong.
a. 32,0 cm
b. 32,3 cm *
c. 32,4 cm
d. 33,0 cm
39.Dari gambar berikut hitunglah tebal plat besi yang ditunjukkan oleh micrometer skrup!
a. 3,22 mm
b. 3,25 mm
c. 3,26 mm *
d. 3,27 mm diperbaiki
40.Naiknya air dari akar sampai ke dahan merupakan contoh….
a. gaya tekan zat cair diperbaiki c. gerak brown
b. gravitasi bumi d. kapilaritas *
41.Serangga dapat hinggap di permukaaan air adalah akibat adanya gejala….
a. tegangan permukaan * c. miniscus
b. kapilaritas d. adhesi
42.Apabila kohesi partikel-partikel zat cair lebih kecil daripada adhesi partikel zat cair dengan tempatnya, maka permukaan zat cair akan berbentuk….
a. cembung c. datar
b. cekung * d. miring diperbaiki
43.Sebuah meteor jatuh dari langit, kemudian meteor itu ditimbang massanya 250 gram dan volumenya 40 cm 3. Hitunglah massa jenis meteor tersebut!
a.5000 kg / m 3
b.5500 kg / m 3
c.6025 kg / m 3
d.6250 kg / m 3 *
44.Perhatikan table!
Dari pernyataan tersebut benda yang sejenis adalah….
Benda Massa Volume
1 75 g 25 cm3
2 60 g 16 cm3
3 48 g 16 cm3
4 42 g 12 cm3
a. 1 dan 2 diperbaiki
b. 1 dan 3 *
c. 2 dan 3 diperbaiki
d. 2 dan 4
45.Perhatikan gambar!
Dari gambar tersebut urutkan massa jenis benda yang paling ringan sampai yang paling berat!
a.A, B, C dan D
b.B, C, D dan A
c.C, D, A, dan B diperbaiki
d.D, C, B dan A *
46.Koefisien muai panjang logam A, B, C, dan D bertutut-turut adalah A< B < C < D. Jika keempat bimetal dipanaskan, maka arah membengkok bimetal berikut ini yang benar adalah…
a. c.
perbaiki
b. * d.
47. Lihat gambar di berikut ini, sambungan rel kereta api selalu diberi celah dengan tujuan agar….
a. memberi tempat pemuaian *
b. tempat mengalirnya air hujan
c. relnya lebih panjang
d. mudah dipasang dan dilepas
48.Apabila zat padat dipanaskan maka zat padat tersebut memuai. Ini karena…
a.molekul-molekul membesar akibat pemanasan
b.molekul-molekul bergetar lebih cepat sehingga lebih menjauh dari jarak semula *
c.molekul-molekul terurai menjadi lebih banyak molekul
d.molekul-molekul zat padat bergerak bebas
49.Perubahan wujud zat yang melepaskan kalor pada diagram berikut adalah….
2
3 4
a. 1 dan 2 diperbaiki c. 3 dan 4 *
b. 2 dan 3 d. 1 dan 4 diperbaiki
50.Besi panas dicelupkan ke dalam air dingin, ternyata suhu air meningkat. Pada peristiwa ini terjadi….
a. perbedaan massa jenis antara air dan besi
b. perbedaan kalor jenis air dengan kalor jenis besi
c. perambatan energi kalor dari air ke besi
d. perpindahan energi kalor dari besi ke air *
51.Perpindahan kalor secara alamiah antara dua benda, bergantung pada….
a.suhu masing-masing benda bias karena salah satu yang benar (diganti)
b.kandungan energi masing-masing benda *
c.massa masing-masing benda
d.wujud benda
52.Perhatikan gambaran hasil tiker timer suatu percobaan berikut.
Hasil ketikan tersebut melukiskan...
a.gerak lurus berubah beraturan diperlambat
b.gerak lurus beraturan
c.gerak lurus berubah beraturan di percepat *
d.gerak lurus tidak tentu
53.Ali mengenderai sepeda motor dengan kecepatan tetap selama 2 jam dan menempuh jarak 54 km. Kecepatan sepeda motor Ali adalah.…
a. 7,5 m/s * c. 75 m/s
b. 7,75 m/s d. 30 diganti
54.Perhatikan gambar ketikan ticker timer suatu percobaan berikut!
Benda sesuai hasil ketikan tersebut ditunjukkan oleh....
a diganti
c.
b. *
d.
55.Dari gambar berikut resultan gaya yang dihasilkan adalah....
a.10 N ke kiri * c. 60 N ke kiri
b.10 N ke kanan d. 60 N ke kanan
56.Seorang anak bermain ice skating di Mall Taman angrek. Anak tersebut bereksperimen dengan bermain diatas es dengan menggunakan tapak sepatu yang tajam dan tapak sepatu yang lebar. Kesimpulan diperoleh ternyata kelajuan anak tersebut lebih cepat dengan memakai sepatu tajam daripada sepatu dengan tapak yang lebar. Hal ini disebabkan....
a.tidak ada pengaruh gaya gesekan terhadap kelajuan
b.kedua sepatu memiliki gaya gesekan nol
c.gaya gesekan sepatu tajam lebih besar dari pada sepatu lebar
d.gaya gesekan sepatu tajam lebih kecil dari sepatu lebar *
57.Sebuah roket diluncurkan dengan gaya mendatar sebesar 135.000N. Bila gaya gesekan dengan udara diabaikan. Hitunglah berapa percepatan roket tersebut bila massa roket 1,5 ton.
a.30 m/s2 c. 90 m/s2 *
b.60 m/s2 d. 120 m/s2
58.Pada tahun 2008 harga minyak mengalami kenaikan tertinggi sepanjang sejarah mencapai harga $ 145 per barel. Pemerintah kesulitan mengatasi harga minyak tersebut. Pada tahun itu juga pemerintah mencanangkan alternatif penggunaan minyak bumi dengan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik PLN. Bila kita menggunakan lampu pijar di rumah maka konversi energi yang terjadi adalah....
a.energi kimia - energi listrik – energi cahaya – energi panas *
b.energi panas – energi kimia – energi listrik – energi cahaya
c.energi kimia – energi panas – energi listrik – energi cahaya
d.energi panas – energi listrik – energi kimia – energi cahaya
59.Sebuah troly berada pada lantai 46 sebuah gedung yang tingginya 150 meter. Hitunglah energi potensial troly tersebut bila massa troly berikut penumpangnya 600 kg? (g = 10 m/s2).
a.9.000 N c. 900.000 N *
b.90.000 N d. 9.000.000 N
60.Seorang sniper (penembak jitu) menembak sebuah sasaran dengan senapan. Peluru tersebut meluncur dari laras senapan dengan kecepatan 12 m/s. Hitunglah energi kinetik yang dihasilkan bila massa peluru 40 gram?
a.1,44 Joule diganti c. 4,32 Joule
b.2,88 Joule * d. 5,76 Joule
Untuk info lebih lanjut hubungi web www.adolfr.blogspot.com/ www.adolfrudolf.blogsopt.com
Sent your email to adolf_rudolfh@yahoo.com
Diposkan oleh Adolf Training Centre di 02:44 0 komentar
Minggu, 18 Oktober 2009
PENELITIAN ILMIAH
Jenis Penelitian dapat kita klasifikasikan kedalam beberapa jenis :
1. Bila ditinjau dari sudut data yang diperoleh maka penelitiandapat kita bagi menjadi dua jenis yaitu Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kwantitatif.
2. Bila ditinjau dari penerapannya maka dapat kita kelompokkan menjadi dua yaitu Penelitian Dasar (Basic Research) dan Penelitian Terapan (Applied Research).
3. Bila ditinjau dari sudut proses, maka penelitian dapat kita bagi menjadi beberapa kelompok yaitu Penelitian Historis, Deskriptif, Eksperimen, Korelasional, Tindakan Kasus, Perkembangan dan lain-lain.
Jenis penelitian Kuantitatif dapat kita bagi menjadi :
1. Penelitian Fenomologi.
2. Penelitian Sejarah.
3. Studi Kasus (Case Study).
4. Penelitian Etnografi.
5. Grounded Theory.
6. Penelitian Tindakan.
Jenis penelitian Kuantitatif dapat kita bagi menjadi :
1. Penelitian Deskriptif.
2. Penelitian Komparatif.
3. Penelitian Korelasi.
4. Penelitian Eksperimen.
5. Penelitian Espost Facto.
Dalam topik ini saya akan membahas tentang penelitian kwantitatif, yang pada decade yang lalu sering dihindari oleh para mahasiswa baik yang mengambil S1, S2, maupun S3.
Pertanyaannya kenapa dihindari?
Jawabannya simple. Karena metode penelitian kwantitatif sangat jelimet sehingga para peneliti sering menghidari metode ini, disamping itu teknik analsisnya menggunakan matematika yang tidak semua orang suka akan matematika apalagi yang berhubungan dengan statistic. Tapi belakangan setelah program computer mudah didapat dengan biaya yang murah dan terjangkau maka para peneliti lebih menyukai metode kwantitatif.
Berikut ini saya akan membahas penelitian Kwantitatif, bagaimana caranya menggunakan metode ini dan penerapannya untuk apa?
Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan jawaban dari suatu fenomena (kejadian) yang dilandasi oleh teori-teori yang sudah terbangun dan diteliti oleh para ahli sebelumnya (peneliti terdahulu). Untuk itu peneliti perlu membuat hipotesis terlebih dahulu dan selanjutnya membuktikan hipotesis tersebut dengan metode statistic.
Jadi dengan kata lain penelitan kuantitatif bertujuan untuk membuktikan teori yang sudah terbangun dengan metode statistic dan mencari tau mengapa fenomena itu terjadi. Sementara metode Kwalitatif bertujuan untuk membagun teori baru yang berhubungan dengan fenomena yang teliti dan tidak menggunakan metode statistic untuk mengujinya.
Penelitian Kwantitatif dapat kita bagi dua :
1. Non Parametric Test
2. Parametric Test
NONPARAMETRIC TEST
Statistik nonparametrik adalah analisis yang tidak menggunakan parameter-parameter dan tidak mensyaratkan data harus berdistribusi normal.
Note : analisis statistik parametrik menggunakan parameter-parameter seperti mean, deviasi standar, variansi dll.
Metode analisis non parametric menjadi analisis alternatif apabila persyaratan pada analisis parametri tidak terpenuhi, seperti data tidak berdistribusi normal atau tidak terpenuhinya asumsi-asumsi tertentu.
Analisis Nonparametrik terdiri dari :
1. Analisis Chi Square.
2. Binomial.
3. Analisis Runs.
4. One Sample Kolmogorov-Smirnov Test.
5. Two Independent Samle Tests.
6. K Independent Samlpe Tests.
7. Two Related Samples Tests.
8. K Related Samle Tests.
Chi Square
Analisis Chi Square adalah analisis untuk mengetahui apakah distribusi data seragam atau tidak, Uji ini juga disebut uji keselarasan (goodness of fit test).
BINOMIAL
Uji Binomial digunakan untuk mengetahui apakah proporsi pengamatan sama dengan populasi yang dihipotesisiskan. Binomial ini untuk menguji data berskala nominal.
RUNS
Uji Runs digunakan untuk mengetahui apakah suatu pengamatan, peristiwa, atau kejadian bersifat random.
One Sample Kolmogorov- Smirnov Test
One Sample Kolmogorov-Smirnov Test digunakan untuk mengetahui distribusi populasi, apakah mengikuti distribusi secara teoritis (normal, poisson, uniform, atau exponential).
Kosmogorov-Smirnov Test
Kosmogorov-Smirnov Test digunakan untuk menguji data berskala interval dan rasio.
Two Independent Sample Tests
Two Independent Sample Tests digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua kelompok data yang independen.
Uji ini sama dengan Two Independent Sample T Tests, bedanya uji ini hanya dapat untuk mengukur data berskala ordinal dan tidak mensyarakan data berdistribusi normal.
Uji Two Independent Sample T Tests yaitu Uji Mann Whitney U, Moses extreme reactions, Wald-Wolwofits run, dan Kolmogorov-Smirnov Z.
K Independent Sample Tests
K Independent Sample Test digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua atau lebih kelompok data yang independen.
Uji ini sama dengan uji One Way ANOVA, bedanya uji ini hanya dapat untuk mengukur data berskala ordinal dan tidak mensyaratkan data distribusi normal. Uji yang digunakan dalam K Independent Sampe Test adalah Uji Kruskal-Wallis H, Jonckheree-Terpstra, dan Uji Median.
Two Related Sample Tests
Two Related Sample Tests digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua variabel yang berpasangan atau berhubungan. Uji ini sama dengan uji Uji Paired Samples T Test, bedanya uji ini hanya dapat untuk mengukur data berskala ordinal dan tidak menpersyaratkan data berdistribusi normal.
Uji digunakan dalam Two Related Samples Test adalah Uji Wilcoxon, Uji Sign, Uji Mc Nemar, dan Marginal Homogeneity.
K Related Sample Tests
K Related Sample Tests adalah suatu pengujian untuk membandingkan distribusi antara dua variabel atau lebih yang berhubungan.
Uji ini berguna untuk mengukur data berskala nominal dan ordinal.
Uji yang digunakan dalam K Related Sample Tests adalah Uji Friedman, Kendall’s W dan Cochran’s Q.
ANALYSIS PARAMETRIC
Analisis Statistik Parametrik adalah analisis yang menggunakan parameter-parameter seperti mean, deviasi standar, variansi, dan data harus berdistribusi secara normal.
Analisis secara parametrik terdiri dari :
1. DESCRIPTIVE STATISTICS
2. COMPARE MEANS
3. GENERAL LINEAR MODEL
4. CORRELATE
5. REGRESSION
6. RELIABILITY ANALYSIS
1. DESCRIPTIVESSTATISTICS
Descriptive Statistics terdiri dari :
1. Frequencies
2. Descriptives
3. Explore
4. Crosstabs
FREQUENCIES
Frequencies atau analisis frekuensi dipakai untuk menghitung frekuensi data pada variabel untuk analisis statistik seperti percentile value, central tencency, dispersion, dan distribution, serta untuk menampilkan grafik.
DESCRIPTIVES
Descriptive atau Analisis Deskriptif yaitu penggambaran tentang statistik data seperti mean, sum, standar deviasi, variance, range, dan lain-lain, serta untuk mengukur distribusi data dengan skewness dan kurtosis.
ANALYSIS EXPLORE
Analisis eksplorasi adalah penggambaran tentang statistik data yang lebih mendalam dan untuk melakukan uju normalitas.
Analisis Ekplorasi terdiri dari :
1. Analisis Eksplorasi tanpa faktor
2. Analisis Eksplorasi dengan faktor
Analisis Ekplorasi tanpa faktor
Analisis Ekplorasi tanpa faktor adalah analisis tanpa menggunakan variabel faktor atau kategori.
Analisis Ekplorasi dengan faktor
Analisis Ekplorasi dengan faktor adalah analisis yang menggunakan variabel faktor atau kategori.
CROSSTABS
Analisis Crosstab (tabel silang), merupakan alat analisis untuk menggambarkan tentang data yang berbentuk kolom dan baris serta berfungsi untuk menganalisis hubungan antara baris dan kolom dengan analisis statistik seperti Chi Square, Correlations, Contingency coefficient, Lambda, Eta, Kappa, McNemmar, dan sebagainya.
Analisis Crosstab dapat dibagi dua :
1. Analisis Crosstab dengan menggunakan data nominal
2. Analisis Crosstab dengan menggunakan data ordinal
2. COMPARE MEANS
Compare Means terdiri dari :
1. Mean
2. One Sample T Test
3. Independent Samples T Test
4. Paired Samples T Test
5. One Way ANOVA
MEANS
Means merupakan alat analisis untuk menggambarkan statistik data pada variabel berkelompok, seperti rata-rata (mean), standar deviasi, sum, minimum, maksimum, dan analisis statistik lainnya, serta untuk menampilkan tabel ANOVA dan menguji linearitas antara variabel dependen dan independen.
Biasanya data yang digunakan terdiri atas rasio (scale) sebagai variabel dependen dan data nominal atau ordinal (kategori) sebagai variabel independen.
ONE SAMPLE T TEST
One Sample T Test adalah analisis yang digunakan untuk menguji rata-rata sebuah sample yang dibandingkan dengan rata-rata populasi.
Biasanya data yang digunakan adalah data populasi rasio (scale).
INDEPENDENT SAMPLES T TEST
Independent Samples T Test (Uji beda 2 rata-rata) digunakan untuk menguji dua rata-rata pada dua kelom data yang independen
PAIRED SAMPLES T TEST
Paired Samples T Test adalah analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sample yang berpasangan.
ONE WAY ANOVA
One Way ANOVA (analisis variansi satu jalur) adalah analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dua atau lebih kelompok data yang independen.
3. GENERAL LINEAR MODEL
General Linear Model terdiri dari :
1. Univariate
2. Multivariate
UNIVARIATE
Univariate adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu atau lebih variabel faktor, variabel Random faktor, dan Covariate dengan satu variabel dependen.
Univariate dapat digunakan untuk analisis sebagai berikut :
1. One Way ANOVA dengan menggunakan satu variabel faktor dan variabel dependen
2. Two Way ANOVA dengan menggunakan dua variabel faktor dan variabel dependen
3. ANOVA (Analysis of Covariance) dengan menggunakan satu variabel faktor, satu variabel Covariate, dan variabel dependen
4. Account for Random Effects dengan menggunakan dua variabel faktor, satu variabel Random Faktor, dan variabel dependen
5. Linear Regression dengan menggunakan variabel Covariate dan variabel dependen
MULTIVARIATE
Mulltivariate adalah analisis yang digunkan untuk mengetahui hubungan antara satu atau lebih variabel faktor dan Covariate dengan dua atau lebih variabel dependen.
Perbedaan dengan Univariate, yaitu jika analisis Univariate menggunakan satu variabel dependen, sedangkan Multivariate menggunakan lebih dari satu variabel dependen.
4. CORRELATE
Correlate terdiri dari :
1. Correlation Bivariate
2. Correlation Partial
Correlate Bivariate adalah hubungan antara dua variabel atau sering disebut korelasi sedehana.
Dalam perhitungan korelasi akan didapat koefisien korelasi yang menunjukkan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut. Nilai koefisien korelasi berkisar antara 0 sampai 1 atau o sampai -1.
Jika nilai semakin mendekati 1 atau -1 , hubungan semakin erat, sebaliknya jika medekati 0, hubungan semakin lemah.
Macam-macam Koefisien Korelasi yang digunakan adalah
1. Product Movement Pearson (Korelasi Pearson)
2. Kendall’s tau-b dan Spearman
Product Movement Pearson
Korelasi Pearson (Product Movement Pearson) berguna untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel yang mempunyai distribusi data normal.
Data yang digunakan tipe interval atau rasio.
Kendall’s tau-b dan Spearman
Kendall’s tau-b dan Spearman berguna untuk mengukur keeratan hubungan antara peringkat-peringkat.
Pada korelasi ini tidak mensyaratkan distribusi data normal.
Partial Correlation
Partial Correlation (Korelasi Parsial) adalah hubungan antara dua variabel yang dalam hal ini variabel lain yang dianggap mempengaruhi (sebagai variabel kontrol) akan dikeluarkan.
Nilai koefisien korelasi berkisar antara 0 sampai 1 atau 0 sampai -1.
Jika nilai mendekati 1 atau -1 hubungan semakin erat; jika mendekati 0, maka hubungan semakin lemah.
5. REGRESSION
Analisis Regression terdiri dari :
1. Analisis Regresi Linear
2. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik
Analisis Regresi Linear
Analysis Regression linear adalah hubungan secara linear antara variabel dependen dengan variabel independen yang digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen.
Analisis Regresi Linear terdiri dari :
1. Analisis Regresi Linear Sederhana
2. Analisis Regresi Linear Bergada
Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis Linear Sederhana dipakai untuk menganalisis hubungan linear antara 1 variabel independen dengan 1 variabel dependen
Analisis Regresi Linear Bergada
Analisis Regresi Linear Berganda berguna untuk menganalisis hubungan linear antara 2 variabel independen atau lebih dengan satu variabel dependen.
Uji Penyimpangan Asumsi Klasik
Uji Penyimpangan Asumsi Klasik terdiri dari:
1. Multikolinearitas
2. Autokorelasi
3. Heteroskedastis
Uji Penyimpangan Asumsi Klasik digunakan untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas , autokorelitas, dan heteroskedastis dalam model regresi.
6. RELIABLILITY ANALYSIS
Reliability Analysis adalah analisis yang banyak digunakan untuk mengetahui keajekan atau konsistensi alat ukur yang menggunakan skala kuesioner, atau angket.
maksudnya untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut akan mendapatkan pengukuran yang tetap konsisten jika pengukuran diulang kembali.
selain itu, analisis ini berguna pula untuk mengukur validitas item butir pertanyaan dengan teknik Corrected Item Total Correlation, yaitu mengkorelasikan antara skor item dengan total item, kemudian melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi.
ada beberapa model analisis reliabilitas, yaitu :
1. Cronbach Alpha
2. Split half
3. Guttman
4. Parallel
5. Strict Parallel
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Sampai disini dulu pokok pembahasannya dan tunggu pokok pembahasan selanjutnya mengenai masing-masing metode analisis.
Catatan : tips bagi yang pemula membacanya harus perlahan-lahan karena butu konsentrasi dan selalu sabar serta belajarlah secara bertahap.
Diposkan oleh Adolf Training Centre di 03:14 0 komentar
Sabtu, 17 Oktober 2009
Analisis Butir Soal
ANALISIS BUTIR SOAL
Kegiatan analisis butir soal adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis.
Kegiatan ini antara lain :
1. Pengumpulan.
2. Peringkasan.
3. Penggunaan informasi dari jawaban siswauntuk membuat keputussan tentang setiap penilaian.
Tujuan Analisis butir soal adalah :
1. Tujuan Penelaan. Untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
2. Tujuan Analisis Soal. Untuk meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan.
Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya sesuai dengan tujuannya, diantaranya dapat menentukan siswa mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru.
Analisis Butir soal dapat kita bedakan menjadi dua
1. Analisis Kwalitatif. Analisis yang berkaitan dengan isi dan bentuk.
2. Analisis Kwantitatif. Analisis yang berkaitan dengan ciri-ciri statistik, atau prosedur secara judgment dan prosedur secara empirik.
Analisis Kwalitatif mencakup pertimbangan validitas isinya, sedangkan analisis Kwantitatif mencakup kesulitian butir soal dan diskriminasi soal yang termasuk validitas soal dan reliabilitasnya.
Manfaat Analisis Butir Soal
Manfaat analisis butir soal adalah :
1. Membantu pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang digunakan.
2. Revisi seperti untuk tes informal dan lokal seperti tes yang disiapkan oleh guru di sekolah.
3. Mendukung penulisan soal yang efektif.
4. Memberikan masukan kepada guru tentang kesulitan siswa.
5. Merevisi materi yang dinilai atau yang diukur.
6. Meningkatkan ketrampilan penulisan soal.
Menurut Linn dan Gronlund analisis penulisan soal didisain untuk menjawab pertanyaan sbb:
1. Apakah fungsi soal sudah tepat.
2. Apakah soal sudah memiliki tingkat kesukaran yang tepat.
3. Apakah soal bebas dari hal-hal yang tidak relevan.
4. Apakah pilihan jawaban efektif.
Manfaat Anlisis butir soal bermanfaat sebagai :
1. Mendiskusikan efisiensi tentang hasil tes.
2. Untuk merakit soal remedial.
3. Untuk meningkatkan pembelajaran kelas.
4. Untuk meningkatkan pada konstrusi tes.
Kesimpulan
Analisis butir soal bermanfaat untuk :
1. Menentukan soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya.
2. Untuk meningkatkan butir soal melalui empat komponen analisis yaitu :
* Tingkat kesukaran soal.
* Daya pembeda.
* Pengecoh soal.
* Meningkatkan pembelajaran melalui ambiguitas dan keterampilan tertentu yang menyebabkan siswa kesulitan.
Berikut ini disajikan contoh analisis soal.
NAMA
SISWA
Nomor soal *
SKOR
TOTAL #
KETERANGAN
4
6
8
5
1
2
3
10
4
7
Abang
Bunga
Cinta
Doank
Elang
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
7
6
5
4
3
Normal
Normal
Mengantuk
Menebak
Lambat, berat
4
4
4
3
2
2
2
2
2
1
Catatan :
* Soal disusun dari yang paling mudah hingga yang paling sulit.
# skor siswa disusun dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah.
Kesimpulan
Soal nomor 4 dan 7 masing-masing hanya dapat dijawab oleh Cinta dan Abang, hal ini dapat memberikan informasi kepada guru tentang materi yang diajarkan kepada siswa.
Untuk mengevaluasi maka perlu diadakan perbaikan diri melalui informasi berikut, dengan meberikan tanda centang pada kolom pertanyaan.
Keterangan
Ya
Tidak
1. Apakah guru telah membuat persiapan mengajar khususnya materi yang bersangkutan.
2. Apakah guru menguasai materi yang bersangkutan.
3. Apakah tutor telah mengajar secara maksimal.
4. Apakah prilaku yang ditanyakan dalam butir soal telah sudah tepat (harus dikuasai siswa).
5. Apakah materi yang ditanyakan merupakan materi urgen (penting sesuai dengan KD), kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian dalam kehidupan sehari-hari.
6. Apakah guru memiliki kreatifitas dalam mengajarkan materi yang bersangkutan.
7. Apakah guru mampu membangkitkan minat dan kegiatan belajar warga belajar khususnya materi yang diajarkan.
8. Apakah guru telah menyusun kisi-kis idan kaidah penulisan soal serta menyusun pedoman penskoran atau pedoman pengamatan.
9. Apakah guru menulis soal berdasarkan indicator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan soal serta menyusun pedoman penskoran atau pedoman pengamatan.
10. Apakah soal nomor 4 dan 7 valid memiliki daya pembeda tinggi, tidak salah kunci jawaban, pengecoh telah berfungsi dengan baik, atau memang materinya belum diajarkan
Dari kesepuluh pertanyaan diatas berikan tanda centang pada item soal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan.
Bila dalam item tersebut masih banyak yang belum dilakukan maka segeralah perbaiki langkah-lankah tesebut, saya yakin dengan persiapan yang baik maka akan menghasilkan out put yang baik pula.
Selamat mencobah.
Bersambung ke tulisan saya berikutnya …. Kaidah penulisan soal yang baik.
Banyak guru-guru maupun para dosen belum memahami kaidah penulisan soal yang baik sehingga terkadang tampilan rakitan soal acak-acakan dari sudut layout, akan tetapi yang paling menyedihkan adalah kaidah penulisan soal, baik kata opersional yang boleh dan tidak boleh digunakan, serta tanda baca dan ellipsis yang harus dibuat dalam soal sering tidak menggunakan kaidah-kaidah yang benar. Bahkan penulis buku sekalipun sering melakukan kesalahan apalagi guru yang sering melakukan jalan pintas dengan mengutip soal-soal yang dirakit oleh penulis buku.
Lalu pertanyaannya apakah tidak boleh menggunakan soal yang telah dirakit oleh penulis buku paket? Jawabannya tentu saja boleh asalkan kaidah penulisannya telah benar, dan materi yang diajarkan disekolah sudah sesuai dengan KD yang disusun oleh pemerintah dan indikator yang disajikan di Sekolah yang merupakan wewenang guru (pihak sekolah) sudah sesuai dengan soal yang dirakit. Tapi sebaiknya gurulah yang merakit sendiri soal untuk diujikan karena guru tersebut lebih mengetahui indikator materi yang telah disajikannya di dalam kelas.
Lalu bagaimana cara merakit soal yang baik?
Nantikan pembahasannya di artikel selanjutnya….
Jumat, 06 November 2009
Rancangan Bujur Sangkar Latin untuk Percobaan Tunggal
Misalnya dalam sebuah penelitian tentang pengaruh jarak tanam terhadap produksi tanaman pada lahan yang memiliki kemiringan 5% ke arah barat dan 10% ke arah selatan, dimana perlakuan yang diuji meliputi A (15x15cm); B (15x20cm); C (15x25cm) dan D (20x20cm) diperoleh data:
Lajur 1 Lajur 2 Lajur 3 Lajur 4 Jumlah
Baris 1 5,69 (B) 5,69 (D) 5,70 (C) 5,70 (A) 22,78
Baris 2 5,67 (C) 5,60 (A) 5,52 (D) 5,52 (B) 22,31
Baris 3 5,59 (A) 5,58 (C) 5,50 (B) 5,50 (C) 22,17
Baris 4 5,50 (D) 5,52 (B) 5,50 (A) 5,50 (D) 22,02
Jumlah 22,45 23,39 22,22 22,22 89,28
Perlakuan Jumlah Rata-rata
A 22,39 5,5975
B 22,23 5,5575
C 22,45 5,6125
D 22,21 5,5525
Maka analisis sidik ragam untuk data tersebut diatas dapat dilakukan dengan langkah-langkah:
» Menghitung Faktor Koreksi (FK) dengan rumus FK = Y..2 / t 2
dimana t = jumlah baris/lajur
FK = 89,282 / 42
FK = 498,1824
» Menghitung Jumlah Kuadrat (JK) Total dengan rumus JKtotal = Y.kl2 - FK
dimana k = data tiap baris dan l = data tiap lajur
JKtotal = (5,692 + 5,672 + ... + 5,502) - 498,1824
JKtotal = 0,1044
» Menghitung JK Baris dengan rumus JKbaris = (Y.k.2 / t) - FK
JKbaris = [(22,782 + 22,312 + 22,172 + 22,022) / 4] - 498,1824
JKperlakuan = 0,08105
» Menghitung JK Lajur dengan rumus JKlajur = (Y..l2 / t) - FK
JKlajur = [(22,452 + 23,392 + 22,222 + 22,222) / 4] - 498,1824
JKperlakuan = 0,01045
» Menghitung JK Perlakuan dengan rumus JKperlakuan = (Yi..2 / t) - FK
JKperlakuan = (22,392 + 22,232 + 22,452 + 22,212) - 498,1824
JKperlakuan = 0,01045
» Menghitung JK Galat dengan rumus JKgalat = JKtotal - JKbaris - JKlajur - JKperlakuan
JKgalat = 0,1044 - 0,01045 - 0,08105 - 0,01045
JKgalat = 0,00245
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Total dengan rumus DBtotal = t2 - 1
DBtotal = (4 x 4) - 1
DBtotal = 15
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Baris = DB Lajur = DB Perlakuan dengan rumus DBbaris = t - 1
DBbaris = 4 - 1
DBbaris = 3
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Galat dengan rumus DBgalat = (t - 1)(t - 2)
DBgalat = (4 - 1)(4 - 2)
DBgalat = 6
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Baris dengan rumus KTbaris = JKbaris / DBbaris
KTbaris = 0,08105 / 3
KTbaris = 0,027017
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Lajur dengan rumus KTlajur = JKlajur / DBlajur
KTlajur = 0,01045 / 3
KTlajur = 0,003483
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Perlakuan dengan rumus KTperlakuan = JKperlakuan / DBperlakuan
KTperlakuan = 0,01045 / 3
KTperlakuan = 0,003483
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Galat dengan rumus KTgalat = JKgalat / DBgalat
KTgalat = 0,00245 / 6
KTgalat = 0,000408
» Menghitung F Hitung (FH) Perlakuan dengan rumus FHperlakuan = KTperlakuan / KTgalat
FHperlakuan = 0,003483 / 0,000408
FHperlakuan = 8,530612
» Menghitung Koefisien Keragaman (KK) dengan rumus KK = [(KTgalat)0,5 / Ý...] x 100%
KK = [(0,000408)0,5 / 5,58] x 100%
KK = 0,36%
Selanjutnya data-data tersebut diatas dimasukkan dalam tabel analisis sidik ragam:
Tabel Analisis Sidik Ragam
Sumber Keragaman Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Kuadrat Tengah F Hitung F Tabel
5% 1%
Baris 0,08105 3 0,027017
Lajur 0,01045 3 0,003483
Perlakuan 0,01045 3 0,003483 8,530612* 4,76 9,78
Galat 0,00245 6 0,000408
Total 0,1044 15
Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT)
Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk Percobaan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) Tunggal dilakukan dengan langkah-langkah:
» Menghitung galat baku rerata deviasi (Sd) dengan rumus Sd = [(2.KTgalat) / t]0,5
Sd = [(2 x 0,000408) / 3]0,5
Sd = 0,016499
» Menghitung nilai uji BNT dengan rumus BNT(6, 5%) = Sd x t(6, 5%)
dimana 6 = derajat bebas galat, 5% = taraf signifikansi dan t = nilai t-tabel
BNT(6, 5%) = 0,016499 x 2,447
BNT(6, 5%) = 0,040373
BNT(6, 1%) = 0,016499 x 3,707
BNT(6, 1%) = 0,061162
Selanjutnya data rata-rata hasil pengamatan diuji beda dalam tabel notasi:
Tabel Hasil Uji BNT
Perlakuan Rata-rata Selisih Notasi 5% Notasi 1%
C 5,6125 a a
A 5,5975 0,015ns ab a
B 5,5575 0,055* 0,04ns bc a
D 5,5525 0,06* 0,045* 0,05ns c a
Keterangan: angka-angka dengan notasi sama menunjukkan berbeda tidak nyata
ns = non significant, berbeda tidak nyata pada taraf uji 5%
* = significant, berbeda nyata pada taraf uji 5%
** = high significant, berbeda sangat nyata pada taraf uji 1%
Uji lanjutan Duncan
Uji lanjutan Duncan untuk percobaan dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) Tunggal dilakukan dengan langkah-langkah:
» Menghitung galat baku rerata umum (Sy) dengan rumus Sy = (KTgalat / r)0,5
Sy = (0,000408 / 3)0,5
Sy = 0,0116619
» Menghitung nilai LSR dengan rumus LSR(2, 8, 5%) = Sy x p(2, 6, 5%)
dimana 2 = part/tingkatan, 6 = derajat bebas galat, 5% = taraf signifikansi dan p = nilai p-tabel
Tabel Uji Duncan
P(8, 5%) P(8, 1%) LSR5% LSR1%
p2 3,46 5,24 0,04035 0,06111
p3 3,58 5,445 0,04175 0,06345
p4 3,64 5,65 0,04245 0,06589
Tabel Hasil Uji Duncan
Perlakuan Rata-rata Selisih Notasi 5% Notasi 1%
C 5,6125 a a
A 5,5975 0,015ns ab a
B 5,5575 0,055* 0,04ns bc a
D 5,5525 0,06* 0,045* 0,05ns c a
Keterangan: angka-angka dengan notasi sama menunjukkan berbeda tidak nyata
ns = non significant, berbeda tidak nyata pada taraf uji 5%
* = significant, berbeda nyata pada taraf uji 5%
** = high significant, berbeda sangat nyata pada taraf uji 1%
Misalnya dalam sebuah percobaan diperoleh data derajat keasaman (pH) sebagai berikut:
Perlakuan Ulangan I Ulangan II Ulangan III Jumlah
P1 5,69 5,69 5,70 17,08
P2 5,67 5,60 5,52 16,79
P3 5,59 5,58 5,50 16,67
P4 5,50 5,52 5,50 16,52
Jumlah 22,45 22,39 22,22 67,06
Maka analisis sidik ragam untuk data tersebut diatas dapat dilakukan dengan langkah-langkah:
» Menghitung Faktor Koreksi (FK) dengan rumus FK = Y..2 / an
dimana a = jumlah level perlakuan dan n = jumlah ulangan
FK = 67,062 / (4 x 3)
FK = 374,7536
» Menghitung Jumlah Kuadrat (JK) Total dengan rumus JKtotal = Yik2 - FK
dimana i = data tiap level perlakuan dan k = data tiap ulangan
JKtotal = (5,692 + 5,672 + ... + 5,502) - 374.7536
JKtotal = 0,072767
» Menghitung JK Perlakuan dengan rumus JKperlakuan = Yi.2 - FK
JKperlakuan = (17,082 + 16,792 + 16,672 + 16.522) - 374.7536
JKperlakuan = 0,0563
» Menghitung JK Galat dengan rumus JKgalat = JKtotal - JKperlakuan
JKgalat = 0,072767 - 0,0563
JKgalat = 0,016467
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Total dengan rumus DBtotal = an - 1
DBtotal = (4 x 3) - 1
DBtotal = 11
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Perlakuan dengan rumus DBperlakuan = a - 1
DBperlakuan = 4 - 1
DBperlakuan = 3
» Menghitung Derajat Bebas (DB) Galat dengan rumus DBgalat = DBtotal - DBperlakuan
DBgalat = 11 - 3
DBgalat = 8
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Perlakuan dengan rumus KTperlakuan = JKperlakuan / DBperlakuan
KTperlakuan = 0,0563 / 3
KTperlakuan = 0,018767
» Menghitung Kuadrat Tengah (KT) Galat dengan rumus KTgalat = JKgalat / DBgalat
KTgalat = 0,016467 / 8
KTgalat = 0,002058
» Menghitung F Hitung (FH) Perlakuan dengan rumus FHperlakuan = KTperlakuan / KTgalat
FHperlakuan = 0,018767 / 0,002058
FHperlakuan = 9,1174
» Menghitung Koefisien Keragaman (KK) dengan rumus KK = [(KTgalat)0,5 / Ý...] x 100%
KK = [(0,002058)0,5 / 5,588] x 100%
KK = 0,81%
Selanjutnya data-data tersebut diatas dimasukkan dalam tabel analisis sidik ragam:
Tabel Analisis Sidik Ragam
Sumber Keragaman Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Kuadrat Tengah F Hitung F Tabel
5% 1%
Perlakuan 0,0563 3 0,018767 9,1174** 4,066 7,591
Galat 0,016467 8 0,002058
Total 0,072767 11
Uji Lanjutan BNT
Jika pada analisis sidik ragam fokus pengujian ditujukan untuk mengetahui status hipotesis tentang derajat pengaruh faktor perlakuan (uji pengaruh), maka dalam uji lanjutan ini fokus pengujian adalah untuk mengetahui status hipotesis tentang pengaruh tingkat faktor atau perlakuan-perlakuan (uji beda) terhadap nilai-nilai pengamatan.
Jenis uji lanjutan yang paling sering digunakan adalah Uji Beda Nyata Terkecil (Uji BNT) dan Uji Jarak Nyata Berganda Duncan (Uji Duncan), sehingga untuk selanjutnya penjelasan hanya seputar uji BNT dan uji Duncan. Sedangkan uji lanjutan yang lain, misalnya uji Dunnet, uji BNJ, uji SNK dan lain-lain tidak akan dibahas lebih lanjut.
Uji beda nyata terkecil (BNT) adalah prosedur yang paling sederhana dan paling umum digunakan untuk pembandingan berpasangan. Uji ini memberikan nilai BNT tunggal pada taraf nyata yang ditentukan, yang membuat batasan perbedaan nyata dan tidak nyata antara nilai rata-rata perlakuan.
Uji BNT adalah uji lanjutan yang menggunakan jalur galat baku rerata deviasi, dengan langkah-langkah pengujian:
» Menghitung galat baku rerata deviasi (Sd) dengan rumus Sd = [(2.KTgalat) / r]0,5
Sd = [(2 x 0,002058) / 3]0,5
Sd = 0,037044
» Menghitung nilai uji BNT dengan rumus BNT(8, 5%) = Sd x t(8, 5%)
dimana 8 = derajat bebas galat, 5% = taraf signifikansi dan t = nilai t-tabel
BNT(8, 5%) = 0,037044 x 2,306
BNT(8, 5%) = 0,08542
BNT(8, 1%) = 0,037044 x 3,355
BNT(8, 1%) = 0,12428
Selanjutnya data rata-rata hasil pengamatan diuji beda dalam tabel notasi:
Tabel Hasil Uji BNT
Perlakuan Rata-rata Selisih Notasi 5% Notasi 1%
P1 5,6933 a a
P2 5,5967 0,0967* b ab
P3 5,5567 0,1367** 0,0400ns bc b
P4 5,5067 0,1867** 0,0900* 0,0500ns c b
Keterangan: angka-angka dengan notasi sama menunjukkan berbeda tidak nyata
ns = non significant, berbeda tidak nyata pada taraf uji 5%
* = significant, berbeda nyata pada taraf uji 5%
** = high significant, berbeda sangat nyata pada taraf uji 1%
Perlu diketahui bahwa data diurutkan berdasarkan nilai rata-rata, disarankan data diurut dari besar ke kecil, meskipun dalam beberapa kasus beberapa literatur menyarankan data diurut dari kecil ke besar.
Cara Pemberian Notasi (contoh penotasian 5%)
• Selisih antara P1 dan P2 adalah 0,0967 yang jika dibandingkan dengan nilai BNT menunjukkan hasil berbeda nyata (*). Karenanya, jika P1 diberi notasi a (awal dari notasi adalah abjad pertama) maka P2 harus diberikan notasi yang berbeda, yaitu b. Karena P1 berbeda terhadap P2, maka tidak perlu dicari selisih P1 dengan nilai berikutnya (P3 & P4). Selisih antara P2 dan P3 adalah 0,0400 yaitu berbeda tidak nyata (ns).
• Karena P2 memiliki notasi b (lihat point diatas) maka P3 juga memiliki notasi b.
Selisih antara P2 dan P4 adalah 0,0900 yaitu berbeda nyata (*). Karena P2 memiliki notasi b (lihat point diatas) maka P4 diberikan notasi c.
• Selisih antara P3 dan P4 adalah 0,0500 yaitu berbeda tidak nyata (ns). Karena P4 memiliki notasi c (lihat point diatas) maka P3 juga diberikan notasi c (notasi akhir dari P3 adalah bc).
Uji Lanjutan Duncan
Uji lanjutan Duncan memiliki prosedur yang lebih rumit, tetapi memiliki derajat ketelitian yang lebih tinggi dibanding uji lanjutan BNT. Selain itu, uji lanjutan Duncan mampu melaksanakan uji lanjutan pada data yang tidak dapat (tidak layak) diuji lanjutan dengan uji lanjutan BNT, yaitu data dengan jumlah level perlakuan 6 (atau lebih) serta data dengan koefisien keragaman (KK) yang tinggi.
Uji ini memberikan nilai Duncan (LSR = least significan range) bertingkat pada taraf nyata yang ditentukan, dimana tingkatan (part) mulai dari p2 sampai dengan pn dimana n adalah jumlah level perlakuan yang dibandingkan. Uji lanjutan Duncan adalah uji lanjutan yang menggunakan jalur galat baku rerata umum, dengan langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
» Menghitung galat baku rerata umum (Sy) dengan rumus Sy = (KTgalat / r)0,5
Sy = (0,002058 / 3)0,5
Sy = 0,026194
» Menghitung nilai LSR dengan rumus LSR(2, 8, 5%) = Sy x p(2, 8, 5%)
dimana 2 = part/tingkatan, 8 = derajat bebas galat, 5% = taraf signifikansi dan p = nilai p-tabel
Tabel Uji Duncan
P(8, 5%) P(8, 1%) LSR5% LSR1%
p2 3,26 4,24 0,08539 0,11106
p3 3,39 5,00 0,08880 0,13097
p4 3,47 5,14 0,09089 0,13464
Tabel Hasil Uji Duncan
Perlakuan Rata-rata Selisih Notasi 5% Notasi 1%
P1 5,6933 a a
P2 5,5967 0,0967* b ab
P3 5,5567 0,1367** 0,0400ns bc b
P4 5,5067 0,1867** 0,0900* 0,0500ns c b
Keterangan: angka-angka dengan notasi sama menunjukkan berbeda tidak nyata
ns = non significant, berbeda tidak nyata pada taraf uji 5%
* = significant, berbeda nyata pada taraf uji 5%
** = high significant, berbeda sangat nyata pada taraf uji 1
Sama seperti halnya uji BNT, dalam uji Duncan data diurutkan berdasarkan nilai rata-rata, disarankan data diurut dari besar ke kecil, meskipun dalam beberapa kasus beberapa literatur menyarankan data diurut dari kecil ke besar. Contoh cara pemberian notasi dapat dilihat dalam Uji Lanjutan BNT untuk RAL Tunggal.
Percobaan Petak Terpisah dengan Rancangan Acak Lengkap
Pada percobaan ini, RAL ditujukan pada tata letak dari faktor utamanya, artinya petak faktor utama dirancang secara acak lengkap, kemudian petak utama ini dibagi (di-split) menjadi plot-plot faktor tambahan yang letaknya diacak dalam petak faktor utama. Ulangan percobaan tergantung pada berapa kali masing-masing taraf faktor utama dilakukan. Untuk lebih mudahnya dipakai ulangan yang sama (sifat simetri).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh suatu percobaan faktorial untuk menyelidiki pengaruh A sebagai faktor yang kurang dipentingkan (main treatment) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu A1, A2 dan A3. Faktor kedua adalah B sebagai faktor yang lebih dipentingkan (sub treatment) berupa varietas yang terdiri dari empat taraf (jenis), yaitu BL, BP, BK dan BU. Percobaan diulang sebanyak tiga kali.
Model matematika dalam percobaan ini adalah:
Yijk = μ + Ai + ξik + Bj +ABij + ξijk
| i | = | 1, 2, 3, ... a (a = 3) |
| j | = | 1, 2, 3, ... b (b = 4) |
| k | = | 1, 2, 3, ... n (n = 3) |
| Yijk | = | variabel respon/hasil pengamatan karena pengaruh bersama faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k |
| μ | = | pengaruh rata-rata sebenarnya (rata-rata umum) |
| Ai | = | pengaruh dari faktor A taraf ke-i pada petak utama |
| ξik | = | pengaruh galat/error dari petak utama, faktor B taraf ke-i dan ulangan ke-k |
| Bj | | pengaruh dari faktor B taraf ke-j pada sub plot |
| ABij | = | pengaruh interaksi antar faktor A taraf ke-i dan faktor B taraf ke-j |
| ξijk | | pengaruh galat/error dari faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k |
Bagan Sidik Ragam untuk Percobaan RAL Faktorial Split Plot
| Sumber Keragaman | Derajat Bebas | Jumlah Kuadrat | Kuadrat Tengah | F hitung |
| Petak Utama | | | | |
| Perlakuan utama (A) | a - 1 | JK (A) | JK (A)
| KT (A)
|
| Galat faktor utama (Galat a) | a (n - 1) | JK (galat a) | JK (galat a)
| |
| Anak Petak | | | | |
| Perlakuan tambahan (B) | b - 1 | JK (B) | JK (B)
| KT (B)
|
| Interaksi (AB) | (a - 1) (b - 1) | JK (AB) | JK (AB)
| KT (AB)
|
| Galat faktor tambahan (Galat b) | a (b-1) (n-1) | JK (galat b) | JK (galat b)
| |
| Total | abn - 1 | JK (total) | | |
Bagan Penempatan Faktor Utama
| A3 | | A2 | | A1 |
| | | |||
| | | |||
| | | |||
| | | | | |
| A3 | | A2 | | A2 |
| | | |||
| | | |||
| | | |||
| | | | | |
| A1 | | A3 | | A1 |
| | | |||
| | | |||
| | |
Keterangan: Petak utama A diletakkan secara acak pada tempat percobaan sehingga terdapat 3 x 3 = 9 petak utama A (sifat simetri).
Bagan Penempatan Faktor Tambahan
| A3BL | A3BK | | A2BK | A2BU | | A1BU | A1BP |
| | | ||||||
| A3BU | A3BP | | A2BL | A2BP | | A1BL | A1BK |
| | | ||||||
| | | | | | |||
| A3BP | A3BK | | A2BK | A2BL | | A2BK | A2BP |
| | | ||||||
| A3BU | A3BL | | A2BP | A2BU | | A2BL | A2BU |
| | | ||||||
| | | | | | |||
| A1BU | A1BK | | A3BL | A3BK | | A1BL | A1BK |
| | | ||||||
| A1BL | A1BP | | A3BP | A3BU | | A1BU | A1BP |
| | | ||||||
Keterangan: Setiap petak utama dibagi menjadi sejumlah anak petak (sub plot). Penempatan taraf faktor tambahan (sub treatment) pada setiap anak petak dilakukan secara acak.
Bentuk tabel data pengamatannya adalah sebagai berikut:
| Faktor / Level A | Faktor / Level B | Ulangan | Total | ||
| I | II | III | |||
| A1 | BU
| Y111
| Y112
| Y113
| Y11.
|
| Σ | Y1.1 | Y1.2 | Y1.3 | Y1.. | |
| A2 | BU
| Y211
| Y212
| Y213
| Y21.
|
| Σ | Y2.1 | Y2.2 | Y2.3 | Y2.. | |
| A3 | BU
| Y311
| Y312
| Y313
| Y31.
|
| Σ | Y3.1 | Y3.2 | Y3.3 | Y3.. | |
| Total | Y..1 | Y..2 | Y..3 | Y... | |
Tabel Dua Arah antara Faktor A dengan Ulangan
| Faktor Utama | Ulangan | Total | |||
| I | II | III | |||
| A | A1
| Y1.1
| Y1.2
| Y1.3
| Y1..
|
| Total | Y..1 | Y..2 | Y..3 | Y... | |
Tabel Dua Arah antara Faktor A dengan Faktor B
| | B | Total | ||||
| BU | BK | BP | BL | |||
| A | A1
| Y11.
| Y12.
| Y13.
| Y14.
| Y1..
|
| Total | Y.1. | Y.2. | Y.3. | Y.4. | Y... | |
Perhitungan statistikanya:
| 1. | Faktor koreksi (FK) | = | [(ΣYijk)2 / (a b n)] = Y...2 / (a b n) |
| 2. | JK total (T) | = | ΣYijk2 - FK |
| 3. | JK faktor utama (A) | = | [ΣYi..2 / (bn)] - FK |
| 4. | JK galat petak utama (galat a) | = | [ΣYi.k2 / b] - FK - JK (A) |
| 5. | JK faktor tambahan (B) | = | [ΣY.j.2 / an] - FK |
| 6. | JK interaksi (AB) | = | [ΣYij.2 / n] - FK - JK (A) - JK (B) |
| 7. | JK galat petak tambahan (galat b) | = | JK sisa |
| | | = | JK (Total) - JK (A) - JK (B) - JK (galat a) |
| 8. | Selanjutnya dapat dihitung nilai KT masing-masing diatas dengan cara membagi setiap nilai JK dengan nilai DB-nya | ||
| 9. | Nilai F (F-hitung): | | |
| | F-hitung (A) | = | KT (A) / KT (galat a) |
| | F-hitung (B) | = | KT (B) / KT (galat b) |
| | F-hitung (AB) | = | KT (AB) / KT (galat b) |
| 10. | Setelah perhitungan statistiknya selesai, maka dilanjutkan dengan uji F. Bandingkan F-hitung masing-masing terhadap F-tabel masing-masing: F-tabel = F(α,db perlakuan, db galat a/b) | ||
| | Dalam uji F perhatikan terlebih dahulu nilai F-hitung interaksi (AB), apakah uji F tersebut berbeda nyata atau tidak, kemudian baru melihat nilai F-hitung faktor tambahan (B) dan terakhir F-hitung faktor utama (A). Jika F-hitung interaksi berbeda nyata, maka perhatian ditujukan terutama kepada pengaruh interaksi antara faktor utama dengan pengaruh tambahan. Apabila F-hitung interaksi berbeda tidak nyata, perhatian diarahkan berturut-turut pada pengaruh faktor tambahan dan terakhir pengaruh faktor utama.
| ||
| 11. | Uji beda nilai rata-rata dapat menggunakan metode uji BNT, BNJ, | ||
| | Untuk uji beda nilai rata-rata antara perlakuan dengan metode diatas diperlukan salah | ||
| | a. Membandingkan pengaruh faktor utama (A): | ||
| | Sy = √ KT galat a / bn | | Sd = √ 2 KT galat a / bn |
| | b. Membandingkan pengaruh faktor tambahan (B): | ||
| | Sy = √ KT galat b / an | | Sd = √ 2 KT galat b / an |
| | b. Membandingkan nilai rata-rata perlakuan tambahan pada level perlakuan utama yang sama: | ||
| | Sy = √ KT galat b / n | | Sd = √ 2 KT galat b / n |
| | d. Membandingkan nilai rata-rata perlakuan utama pada level perlakuan tambahan yang sama atau pada level perlakuan tambahan yang tidak sama: | ||
| | Sy = √ (b-1).KT galat b + KT galat a / bn | | Sd = √ 2.{(b-1).KT galat b + KT galat a} / bn |
| | Selanjutnya cari nilai pembanding (Z). Nilai pembanding Z untuk a, b dan c dengan rumus: Z = k . Sy atau Z = k . Sd Nilai Z dapat berupa BNT, BNJ atau Duncan, sehingga nilai k dapat berupa nilai t tabel, q tabel atau Rp. Tetapi untuk mencari nilai pembanding Z untuk yang terakhir (d) menggunakan rumus k terkoreksi (k'): Z = k' . Sy atau Z = k' . Sd | ||
| | Rumus k' (k terkoreksi) | = | (b-1) . KT galat b . k b + KT galat a . k a
|
| | Nilai k' dapat berupa t terkoreksi (t'), q terkoreksi (q') atau Rp terkoreksi (Rp'). Nilai k a dan k b adalah nilai tabel dengan masing-masing DB galat a dan DB galat b seperti nilai t(α, DB galat), q(α, DB galat) atau Rp(α, P, DB galat). | ||
Kesimpulan:
Apabila terdapat uji F interaksi yang nyata antara faktor utama (A) dengan faktor tambahan (B), maka uji beda rata-rata menggunakan uji c dan d, sehingga uji a dan b tidak perlu dilakukan meskipun faktor utama (A) dan faktor tambahan (B) terdapat perbedaan yang nyata.
Apabila uji F interaksi berbeda tidak nyata, perhatikan lebih dahulu uju F faktor tambahan (B), kemudian terakhir uji F faktor utama (A).
Rabu, 25 Februari 2009
himagri
PROFIL FKK HIMAGRI
LATAR BELAKANG
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sesungguhnya ilmu pengetahuan merupakan sumber kebenaran yang dapat membawa manusia kearah kesempurnaan dan kebahagiaan. Mahasiswa adalah insan akademis, anak bangsa dan bagian dari masyarakat ilmiah yang bertanggungjawab terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta integritas dan kemajuan bangsanya dimasa yang akan datang. Hal ini menuntut mahasiswa untuk terus bergerak, berkreasi dan berinovasi. Selain itu, juga dituntut untuk peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsanya khususnya disiplin ilmu yang ditekuni sebagai manifestasi calon intelektual muda yang profetik. Tanggungjawab tersebut tidak dibebankan pada seseorang, sekelompok atau golongan tapi melainkan adalah tanggungjawab bersama dengan mengesampingkan primordialitas dan mengedepankan altruisme, egelitarian, dan nilai-nilai ke-Indonesia-an. Olehnya, persatuan dan kerjasama adalah titik temu dari semua itu. Bertitik tolak dari pemikiran tersebut diatas, maka kami mahasiswa agronomi Indonesia sepakat untuk membentuk Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI).
NAMA ORGANISASI
Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia, disingkat FKK HIMAGRI.
WAKTU, TEMPAT DAN KEDUDUKAN
Organisasi ini didirikan pada tanggal 25 November 1984 di Kampus Baranangsiang Bogor untuk waktu yang tidak ditentukan.
Forum ini berkedudukan di Biro Pusat FKK HIMAGRI yaitu Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRO) Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
LANDASAN DAN ASAS
FKK HIMAGRI berlandaskan nilai-nilai Tridharma Perguruan Tinggi
Forum ini berasaskan nilai-nilai luhur Pancasila
TUJUAN
Terbinanya profesionalisme dalam bidang-bidang keilmuan dan keorganisasian.
Terwujudnya komunikasi dan kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Agronomi/Budidaya Pertanian dan lembaga lain dalam rangka mengembangkan pengadian ilmu bagi kepentingan diri, lembaga dan mayarakat bangsa Indonesia.
BENTUK, SIFAT, DAN STATUS
Organisasi ini berbentuk Forum komunikasi dan kerjasama.
Organisasi bersifat semi independen.
FKK HIMAGRI adalah satu-satunya wadah aspirasi dan kreasi mahasiswa agronomi/budidaya pertanian atau sejenis tingkat nasional yang ditetapkan berdasarkan SK DIKTI NO.25/DIKTI/KEP/1990.
USAHA
Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kerjasama mahasiswa agronomi/budidaya pertanian dan lembaga kemahasiswaan lainnya yang sejenis.
Menggerakkan dan mengembangkan penalaran mahasiswa agronomi/budidaya pertanian dan lembaga kemahasiswaan lainnya yang sejenis dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berasaskan Pancasila.
Mengadakan tukar-menukar informasi tentang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi antara mahasiswa agronomi dan lembaga pada umumnya.
VISI
”FKK HIMAGRI sebagai wahana pendidikan dan media juang mahasiswa agronomi; upaya mendorong kemandirian lokal petani dan pembangunan pertanian berkelanjutan menuju agenda penguatan kebangsaan”
MISI
Kaderisasi baku, sistematis dan terkelola baik melalui perencanaan pengkaderan yang matang dan kontestasi kurikulum yang berorientasi sosial.
Pembangunan jaringan kemitraan (networking) dengan stakeholder terkait yang relevan, efektif dan efisien untuk optimalisasi sumberdaya organisasi guna pencapaian tujuan.
Menstimulasi keterlibatan dan partisipasi petani dalam setiap tahapan pembangunan pertanian melalui kegiatan investasi sumberdaya manusia (human investment).
Mendorong model pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis lokal dengan upaya proteksi sumberdaya alam dan eliminasi hambatan terhadap optimalisasi keunggulan lokal sebagai upaya transformasi pertanian subsisten ke pertanian komersil yang menjaga daya dukung alam (natural capability) dan daya dukung sosial (social capability).
Mendorong demokratisasi dengan menjalankan fungsi kontrol (ceck and balance) dan oposan konstruktif (sparing partner kritis) terhadap semua element yang terkait khususnya pemerintah dalam konteks pembangunan pertanian.
STRATEGI DASAR
Menjalankan kaderisasi secara sistematis dan berkesinambungan.
Mendorong kegiatan berbasis penelitian khususnya konservasi plasma nutfah tanaman potensial pertanian berbasis komoditi lokal wilayah masing-masing anggota baik tanaman pangan, hortikultura, obat-obatan, perkebunan dan sebagainya.
Mendorong kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui perintisan, pembentukan, dan pelembagaan desa-desa dampingan serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya sebagai upaya sosialisasi lembaga dan almamater di masyarakat luas.
Senantiasa menjadi oposan konstruktif (sparing partner kritis) bagi pemerintah dan melakukan advokasi terhadap masyarakat tani yang termarjinalkan.
Pengurus Biro Pusat melakukan koordinasi dan konsolidasi yang intens terhadap seluruh masalah-masalah nasional dan merumuskan langkah selanjutnya.
Pengurus Wilayah melakukan koordinasi dan konsolidasi yang intens terhadap masalah-masalah wilayah.
Membangun kemitraan (networking) dengan elemen terkait dalam rangka membuka akses seluas-luasnya terhadap sumberdaya alternatif bagi organisasi.
MANAJEMEN ORGANISASI
Keuangan
Sistem akuntansi
Transparan dan memiliki mekanisme pelaporan
Administrasi
Sistem pengarsipan
Sistem persuratan yang baku
Sumberdaya Manusia
Sistem pembagian kerja yang jelas dengan tanggungjawab dan akuntabilitasnya.
Perencanaan SDM yang sesuai dengan strategi dan struktur organisasi.
Kebijakan organisasi mengarahkan pada perilaku komitmen bagi seluruh anggota.
Mempunyai sistem hubungan kerja yang partisipasif.
Program
Sistem monitoring dan evaluasi
Sistem reporting
Sistem dokumentasi
Terencana terukur dan sustainable
Governance
Leadership yang akuntabel
Sistem regulasi kepemimpinan dan kepengurusan
Pola hubungan stakeholder yang efektif dan komunikatif
Struktur menggambarkan wewenang dan tanggungjawab agen organisasi
Informasi
Sistem pengumpulan, analisa, dan pelaporan informasi
Membangun Jaringan Kerja (networking) untuk menguatkan basis informasi
Memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pengelolaan informasi dan data base.
STRUKTUR ORGANISASI
Biro Pusat
Kedudukan Biro Pusat FKK HIMAGRI Periode 2006-2008 berkedudukan di Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar.
Koordinator Tingkat Wilayah
Kedudukan Koordinator Tingkat Wilayah I Periode 2007-2009 berkedudukan di Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Kedudukan Koordinator Tingkat Wilayah II Periode 2007-2009 berkedudukan di Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kedudukan Koordinator Tingkat Wilayah III Periode 2007-2009 berkedudukan di Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Uleo, Kendari.
Anggota
Seluruh Himpunan Mahasiswa Agronomi/Budidaya Pertanian atau Organisasi Mahasiswa Sejenisnya di Indonesia.
AGENDA KERJA
Program Kerja Nasional
Seminar Nasional, Festival Tanaman Hortikultura (FTH) dan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) diselenggarakan oleh HIMAGRO Faperta Universitas Alkhaeraat, Palu pada tanggal 9 hingga 12 Juli 2007.
Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LOKTIMANAS) diselenggarakan oleh HIMPROAGRO Faperta Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan November 2007.
Pelatihan Keprofesian dan Kewirausahaan Nasional diselenggarakan oleh HIMADATA Faperta Universitas Sebelas Maret, Solo pada bulan November 2007.
Bhakti Profesi Mahasiswa Agronomi Indonesia dan Pelatihan Advokasi Masyarakat Tani Indonesia serta Pertemuan Mitra Tani Mahasiswa Nasional diselenggarakan oleh HIMAGRO Faperta Universitas Mulawarman, Samarinda pada bulan Februari atau Maret 2008.
Training Organisasi Profesi Mahasiswa Agronomi Nasional (TOPMANAS) diselenggarakan oleh HIMAGRO Faperta Universitas Udayana, Bali pada bulan Juni 2008.
Program Kerja Jangka Panjang
Training Organisasi Profesi Mahasiswa Agronomi (TOPMA) oleh anggota tiap tahunnya.
Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Potensial Indonesia melalui pemberdayaan dan pendayagunaan kebun koleksi tanaman disetiap institusi anggota.
Perintisan, pembentukan, dan pelembagaan desa-desa binaan untuk setiap institusi anggota.
Label: profil fkk himagri
Diposkan oleh FKK HIMAGRI di 18:17 0 komentar
SEJARAH DAN DINAMIKA FKK-HIMAGRI
Pertemuan Nasional I (Masa Bakti 1984-1986)
Pada tanggal 22-25 November 1984 di Kampus Baranangsiang Institut Pertanian Bogor, dilangsungkan sebuah Pertemuan Nasional (Pertama) Mahasiswa Agronomi Indonesia yang bertujuan untuk membahas masalah tentang komunikasi dan kerjasama dalam mencari wadah Mahasiswa Agronomi tingkat Nasional. Beberapa keputusan yang dihasilkan dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Agronomi Indonesia, 22-25 November 1984 adalah disepakati pembentukan Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI), tepatnya pada tanggal 25 November 1984, pembentukan Badan Pelaksana, yaitu a) Biro Pusat Informasi dan Kerjasama (BPIK) yang dijabat oleh Himpunan Mahasiswa Agronomi Institut Pertanian Bogor, b) Koordinator Bidang Informasi (KBI) dipercayakan kepada Ikatan Mahasiswa Agronomi Universitas Gadjah Mada, dan c) Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat (KBPM) dipercayakan kepada Himpunan Mahasiswa Agronomi Universitas Tidar Magelang. Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Badan Pelaksana disepakati selama 2 (dua) tahun dan setelah itu akan diadakan kembali Pertemuan Nasional Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia.
Pertemuan Nasional II (Masa Bakti 1986-1988)
Kepengurusan FKK HIMAGRI periode 1986-1988 dimulai dengan penyelenggarakan Pertemuan Nasional II FKK HIMAGRI di Kampus Air Tawar Universitas Andalas Padang pada tanggal 10-12 Februari 1986. Dalam Pertemuan Nasional II FKK HIMAGRI ini disepakati a) Penetapan Aturan Umum dan Aturan Khusus (AU&AK) dan b) Penetapan Badan Pelaksana yaitu Koordinator Bidang Informasi oleh Himagron IPB, Koordinator Tingkat Wilayah (KTW) yang berfungsi untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama serta mengatasi hambatan geografis, Menetapkan Program Kerja FKK HIMAGRI Periode 1986-1988, dan Terbitnya Buletin FKK HIMAGRI oleh Himagron IPB.
Pertemuan Nasional III (Masa Bakti 1988-1990)
Untuk persiapan Pertemuan Nasional III FKK HIMAGRI maka diadakan Pra Pertemuan Nasional pada tanggal 12-13 Desember 1987 di Cipayung Bogor. Setelah dilaksanakannya Pra PERNAS, maka diadakan Pertemuan Nasional III FKK HIMAGRI yang dilaksanakan pada tanggal 9-17 September 1988 di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Pada periode sebelumnya tampuk pimpinan FKK HIMAGRI dijabat oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Agronomi pada institusi yang dimandatkan menjadi Koordinator Bidang Informasi, yaitu pada Pertemuan Nasional I tahun 1984 di IPB Bogor dan PERNAS II tahun 1986 di Padang. Pada Pertemuan Nasional III FKK HIMAGRI ini terpilih menjadi Biro Pusat FKK HIMAGRI adalah Himpunan Mahasiswa Agronomi Institut Pertanian Bogor dengan masa bakti 1988-1990. Biro Pusat FKK HIMAGRI telah berhasil mengambil beberapa kebijakan seperti: Pengadaan Desa Mitra Kerja dan Penerbitan Buletin FKK HIMAGRI. Perjalanan ketiga periode kepengurusan FKK HIMAGRI ternyata sudah cukup kuat bagi FKK HIMAGRI untuk mendapatkan pengakuan dari Lembaga Pendidikan Pemerintah sebagai salah satunya wadah bagi mahasiswa Agronomi di Indonesia dengan keluarnya pengukuhan Surat Keputusan DIKTI NO:025/DIKTI/KEP/1990 tentang Pengukuhan Forum Komunikasi Dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI) Sebagai Satu-Satunya Wadah Tingkat Nasional Bagi Mahasiswa Agronomi. Surat Keputusan ini terbit pada tanggal 14 April 1990. Memasuki penghujung akhir kepengurusannya Biro Pusat FKK HIMAGRI mengadakan suatu Musyawarah Kerja di Kampus Baranangsiang IPB pada tanggal 8-10 Februari 1990.
Pertemuan Nasional IV (Masa Bakti 1990-1992)
Kemudian pada tanggal 10-14 Oktober 1990 diadakan Pertemuan Nasional IV FKK HIMAGRI yang dilaksanakan oleh Universitas Hasanuddin Ujung Pandang, dalam Pertemuan Nasional IV tersebut telah disepakati tentang Lambang, Bendera, dan Mars FKK HIMAGRI. Himpunan Mahasiswa Agronomi Institut Pertanian Bogor untuk yang ke-empat kalinya dipercayakan sebagai Biro Pusat FKK HIMAGRI untuk masa bakti 1990-1992. Adapun kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain: penerbitan Buletin, Seminar, Festival Tanaman, dan Desa Mitra Kerja. Pada tanggal 18 -23 Februari 1992 di IPB diadakan Musyawarah Kerja sebagai upaya untuk persiapan Pertemuan Nasional V FKK HIMAGRI.
Pertemuan Nasional V (Masa Bakti 1992-1994)
Pesta Akbar kelima Pertemuan Nasional V FKK HIMAGRI dilaksanakan pada tanggal 12-17 Oktober 1992 di Universitas Wijaya Kusuma, Surakarta. Untuk pertama kalinya posisi Biro Pusat FKK HIMAGRI keluar dari Pulau Jawa, dimana untuk posisi Biro Pusat FKK HIMAGRI masa bakti 1992-1994 dipercayakan kepada Universitas Hasanuddin Ujung Pandang. Pada masa kepengurusan ini telah berhasil diterbitkan Buku Sejarah FKK HIMAGRI dan dilaksanakannya TOPMA (Training Organisasi Profesi Mahasiswa Agronomi). Menjelang akhir kepengurusan, maka pada tanggal 1-6 Februari 1994 dilaksanakan Musyawarah Kerja Nasional di Universitas Hasanuddin Ujung Pandang.
Pertemuan Nasional VI (Masa Bakti 1994-1996)
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta kembali menggelar Pertemuan Nasional VI FKK HIMAGRI sebagai upaya kelanjutan roda organisasi yang dilaksanakan pada tanggal 16-23 Oktober 1994. Dalam Pertemuan Nasional VI ini, jabatan Biro Pusat FKK HIMAGRI kembali pindah ke Jawa dengan dipilihnya Ikatan Mahasiswa Agronomi Universitas Gadjah Mada sebagai Biro Pusat FKK HIMAGRI periode 1994-1996. Beberapa kegiatan yang berhasil dilaksanakan antara lain adalah kunjungan kelembagaan ke beberapa Departemen/ Lembaga/ Organisasi profesi lainnya dengan melibatkan sejumlah Koordinator Tingkat Wilayah, menyusun Draf Panduan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dilaksanakannya Pra Pertemuan Nasional dan Kaderisasi FKK HIMAGRI tanggal 26-30 Maret 1996 di UGM, Pameran Produksi Pertanian Nasional dan Inventarisasi Plasma Nutfah di IPB Bogor tanggal 31 Maret hingga 3 April 1996 dan Kemah Bakti Nasional Mahasiswa Agronomi Indonesia pada tanggal 4-6 Maret 1996 di Universitas Djuanda, serta penerbitan Warta HIMAGRI.
Pertemuan Nasional VII (Masa Bakti 1996-1998)
Untuk kedua kalinya Pulau Sumatera menjadi arena Pertemuan Nasional VII FKK HIMAGRI dengan dipercayakannya tuan rumah pada Universitas Islam Sumatera Utara (UISU Medan) sebagai pelaksana PERNAS VII FKK HIMAGRI yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Oktober 1996. Pada Pertemuan Nasional VII FKK HIMAGRI ini posisi Biro pusat FKK HIMAGRI dipercayakan kepada Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) untuk masa bakti 1996 – 1998. Pada masa kepengurusan tersebut, Biro Pusat mengambil beberapa kebijakan yang tertuang dalam 3 (tiga) kebijakan umum organisasi yang dibagi dalam dua semester yaitu Semester I) Pembenahan dan Konsolidasi Organisasi dan II) Pengembangan dan Pemantapan Program Kerja. Ketiga kebijakan umum tersebut adalah meliputi: Pembenahan Organisasi, Pemberdayaan Koordinator Tingkat Wilayah serta Reorientasi Kegiatan. Ketiga kegiatan tersebut sebagian besar dapat diaktualisasikan pada program kerja FKK HIMAGRI diantaranya : Konsolidasi dan Koordinasi dengan KTW-KTW, Kuliah Umum Agronomi, Seminar Nasional, TOPMA, Agro Fair, Pengabdian kepada Masyarakat, Pemanfaatan Lahan Tidur, Pembuatan Kebun Holtikultura dan pemberdayaan Koordinator Tingkat Wilayah FKK HIMAGRI dengan memberikan wewenang penuh terhadap KTW untuk mengembangkan wilayahnya masing-masing.
Pertemuan Nasional VIII (Masa Bakti 1999-2001)
Pada bulan Februari 1999, bertempat di Universitas Haluoleo Kendari dilangsungkan Pernas VIII. Pernas ini menghasilkan beberapa keputusan, antaranya pendeklarasian Biro Alumni dengan rekomendasi pembentukan kepengurusannya serta pengesahannya pada KBNMAI (Kemah Bakti Nasional Mahasiswa Agronomi Indonesia) di Sumatera Barat, juga penunjukan Universitas Hasanuddin sebagai pelaksana TOPMA tingkat Nasional tahun 2000, disamping terpilihnya tuan rumah Unhalu sebagai Biro Pusat periode 1999-2001, dengan sekjennya Sarus. Ditetapkan pula Universitas Sriwijaya Pelembang sebagai penyelenggara Pernas IX tahun 2000.
Pertemuan Nasional IX (Masa Bakti 2001-2003)
Pada Pernas IX tahun 2001 yang diadakan di Universitas Sriwijaya Palembang dihasilkan beberapa keputusan baru dengan dibentuknya Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) yang pada saat itu Saudara Idrus Aziz dari Himagro Universitas Tadulako terpilih sebagai Ketua umum yang pertama. Selain itu juga diputuskan Program pendampingan masyarakat tani untuk tiap institusi yang bernama Desa Mitra Kerja (DMK). Dan diputuskan sebagai Sekretaris Jenderal FKKHIMAGRI periode 2001-2003 adalah saudara Yaser Amrullah Mubarak dari IPB Bogor.
Pertemuan Nasional X (Masa Bakti 2003-2005)
Pada bulan maret 2003 kembali diadakan Pertemuan Nasional X (Pernas X) di Malino, Makassar, Sulawesi Selatan oleh Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI Makassar) sebagai pengemban amanah Pernas IX di Palembang. Dalam Pernas X ini dihasilkan beberapa keputusan diantaranya dihapuskannya Biro Alumni yang pasif selama beberapa tahun terakhir. Selain itu atas desakan dan keluhan persoalan waktu dari tiap institusi akan pelaksanaan TOPMA NASIONAL yang hanya sekali dalam satu periode, maka diputuskan untuk periode 2003-2005, TOPMANAS dilaksanakan sebanyak dua kali dan daerah yang ditunjuk untuk mengadakan TOPMANAS adalah Universitas Lampung di Lampung dan Universitas Tanjung Pura di Banjarmasin. Selain itu juga dengan melihat letak daerah yang satu dengan yang lain dan juga keaktifan tiap institusi dalam kegiatan FKK-HIMAGRI diputuskan adanya perampingan wilayah dari 9 (sembilan) menjadi 7 (tujuh) wilayah. Dalam Pernas X yang dilaksanakan dimakassar ini dikukuhkan juga sebuah institusi baru yang berada di Pulau Buru Ambon yakni UMI BURU menjadi anggota baru dalam FKK-HIMAGRI. Dan dari pemilihan Sekjen yang diadakan terpilih Saudara Massuana dari UMI makassar untuk Periode 2003-2005, DPO oleh saudara Kepri dari HIMAGRO Univ. Bengkulu dan diputuskan Universitas Mulawarman Samarinda sebagai penyelenggara Pernas XI pada tahun 2005.
Pertemuan Nasional XI (Masa Bakti 2005-2007)
Pertemuan Nasional XI dilaksanakan di Kalimantan pada tanggal 2-9 Mei 2005 dengan Himagro Faperta Universitas Mulawarman sebagai tuan rumah, amanah dari PERNAS ke X di Malino, Makassar. Pembukaan Pernas XI pada tanggal 2 Mei 2005 dilaksanakan di Himagro Universitas Kutai Kertanegara Tenggarong. Pada Pernas ini Himagro Universitas Lambung Mangkurat dipercayakan sebagai Biro Pusat FKK HIMAGRI Masa Bakti 2005-2007, dengan Sekretaris Jenderal atas nama Ahmad Mujahidin dan DPO atas nama Syaiful Imam dari HIMAGRO Univ. Tadulako Palu. Dalam Pernas XI ini terjadi peristiwa yang tak pernah ada sepanjang perjalanan FKK-HIMAGRI, yang mana Biro Pusat (Sekjen) secara bersamaan dengan Koordinator DPO tidak hadir dalam Pernas untuk memberikan Laporan Pertanggungjawabannya dan dari 100 lebih institusi yang merupakan anggota tetap, hanya 8 institusi yang menghadiri kegiatan terbesar itu. Bias yang terjadi adalah seluruh keputusan lebih berorientasi pada pembahasan sanksi dan perubahan ADR/RT serta Perampingan Wilayah dari 7 (tujuh) menjadi 3 (tiga) wilayah. Pertemuan Nasional berikutnya (XII) ditetapkan di Makassar dengan Himagro Unhas sebagai penyelenggara Pernas XII. Lebih kurang 1 tahun kepengurusan Biro Pusat FKK HIMAGRI Masa Bakti 2005-2007, Sekjen meminta kepada DPO untuk diadakan Pernaslub atau mengundurkan diri. Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) akhirnya mengadakan Musyawarah Luar Biasa di Makassar dengan Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah, bertepatan dengan pelaksanaan Training Organisasi Profesi Mahasiswa Agronomi Nasional (TOPMANAS) FKK HIMAGRI. Penetapan Himagro Universitas Hasanuddin sebagai pelaksana PERNASLUB dengan pertimbangan bahwa kedudukan PERNAS dan PERNASLUB adalah sama. Akhirnya disepakati pemilihan Pejabat Sementara Sekjen (PJS) atas nama Ali Sastrawansah dari Himagro Universitas Hasanuddin untuk mengawal FKK HIMAGRI hingga diadakannya Pertemuan Nasional Luar Biasa.
Pertemuan Nasional Luar Biasa (Masa Bakti 2006-2008)
Setelah beberapa bulan Biro Pusat FKK HIMAGRI dipimpin oleh PJS, akhirnya dilaksanakanlah Pernaslub pada tanggal 9-11 September 2006 di Makassar oleh Himagro Unhas atas amanah dari Musyawarah Luar Biasa. Tuan rumah pelaksana Pernaslub, Himagro Universitas Hasanuddin untuk kedua kalinya dipercayakan sebagai Biro Pusat FKK HIMAGRI Masa Bakti 2006-2008 dengan Sekretaris Jenderal atas nama saudara Andi Amirullah. Dewan Pertimbangan Organisasi atas nama Moeh. Amien dari Himagro Universitas Tadulako sebagai koordinator, Ladzim Sofi dari Himadata Universitas 11 Maret, dan Suroyo dari Himagro Universitas Tirtayasa Banten. Di awal kepengurusan BP, pembagian 3 wilayah (keputusan pernas XI) masih dalam bentuk konseptual dan belum pernah terimplementasikan hingga terpilih KTW masing-masing. Akhirnya Biro Pusat mengambil alih pelaksanaan Pertemuan Wilayah (I, II dan III) hingga terpilihnya Koordinator-koordinator Tingkat Wilayah (KTW). Perwil I dilaksanakan oleh Himagro Universitas Padjajaran, terpilih KTW I dari Himagro Universitas Lampung atas nama Hudalkhakim. Perwil II dilaksanakan oleh Himagro Universitas Palangkaraya, terpilih KTW II dari Himagro Univeritas Gadjah Mada atas nama Dimas Ade Rahmawan. Pertemuan Wilayah III oleh Himadata Universitas Brawijaya, terpilih KTW II dari Himagro Universitas Halu Uleo atas nama Muh. Isn
